OECD Sebut Perang Dagang yang Berlanjut Buat Kerusakan Ekonomi Dunia Membesar

Selasa, 21 Mei 2019 11:04 Reporter : Dwi Aditya Putra
OECD Sebut Perang Dagang yang Berlanjut Buat Kerusakan Ekonomi Dunia Membesar perang dagang. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal OECD (Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi), Angel Gurria, menyatakan bahwa perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China akan menghentikan pemulihan ekonomi global. Tak hanya itu, kondisi ini pun dikhawatirkan akan membahayakan investasi dan pertumbuhan.

"Kami berada di tengah pemulihan ketika semua keputusan tentang perdagangan ini dimulai dan tidak hanya menghambat pemulihan, itu pada dasarnya telah menghasilkan perlambatan dan potensi kerusakan yang lebih besar masih ada," kata Angel Gurria, dikutip dari CNBC, Selasa (21/5).

"Semua orang bertaruh hari ini. Pada kesepakatan antara China dan AS, tetapi masalahnya adalah bahwa di muka itu ketegangan semakin besar dan, kedua, masalah efek limpahan dari ketegangan ini menjadi semakin jelas," sambungnya.

Gurria mengatakan ketegangan perdagangan AS dan China ini juga berdampak pada pertumbuhan dan investasi, di mana telah membuat OECD mencukur hampir 1 persen dari prediksi pertumbuhan globalnya sendiri dalam 12 bulan terakhir. Di mana setahun yang lalu, dia memperkirakan pertumbuhan 3,9 persen pada 2019, sekarang diperkirakan 3,1 persen.

"Ketidakpastian adalah musuh terbesar pertumbuhan dan ketika Anda tidak memiliki investasi karena ketidakpastian perdagangan, maka tentu saja sebagai patokan, pertumbuhan akan turun dan inilah yang terjadi dalam periode waktu yang relatif singkat. Ini benar-benar pemandangan yang sangat buruk hari ini, ini merupakan sumber keprihatinan yang sangat besar," katanya.

Hubungan antara kedua negara adikuasa ekonomi memburuk awal bulan ini ketika Presiden Trump mengumumkan bahwa ia akan menaikkan tarif barang USD 200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen. China merespons dengan menaikkan tarif atas barang-barang AS sebesar USD 60 miliar.

Pembicaraan untuk mengakhiri perselisihan perdagangan China-AS diyakini telah menghadang jalan dan sementara itu, data terbaru untuk April menunjukkan aktivitas konsumen dan industri yang melambat di AS maupun China.

Eropa juga telah diancam perang dagang dengan tarif impor AS yang akan menghukum industri mobilnya. Meskipun tarif tersebut belum dikenakan. Trump mengatakan pada hari Jumat lalu bahwa Uni Eropa memperlakukan AS lebih buruk dari China.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini