November 2019, Cadangan Devisa Turun Tipis Menjadi USD126,6 Miliar

Jumat, 6 Desember 2019 11:12 Reporter : Siti Nur Azzura
November 2019, Cadangan Devisa Turun Tipis Menjadi USD126,6 Miliar Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2019 sebesar USD126,6 miliar. Angka ini turun tipis dari posisi Oktober 2019 sebesar USD126,7 miliar.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan mengatakan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Junanto dikutip laman resmi Bank Indonesia, Jumat (6/12).

Dia menjelaskan, perkembangan cadangan devisa pada November 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penerimaan valas lainnya, dan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.

1 dari 1 halaman

Pariwisata Penggerak Devisa

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas Destinasi Prioritas Pariwisata. Dia menegaskan sektor pariwisata harus menjadi motor peningkat devisa guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sektor pariwisata harus menjadi motor peningkatan devisa, peningkatan multiplier effect yang dorong pertumbuhan ekonomi kita," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).

Jokowi juga mengingatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjaga kebersihan di kawasan-kawasan wisata Tanah Air. Masalah sampah dan plastik yang bertebaran di kawasan wisata harus segera diselesaikan.

"Masalah kebersihan tolong dimulai kementerian terkait. Mungkin kita konsen dulu pada Labuan Bajo, Mandalika, Toba, Manado dan Borobudur," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian mengingatkan kembali pengaturan tata ruang dan akses masuk ke kawasan pariwisata. Misalnya di Labuan Bajo, Kementerian Perhubungan perlu memperpanjang runway Bandara Komodo. Sementara Kementerian PUPR perlu membangun jalan akses menuju tempat wisatanya, termasuk memperbaiki pelabuhan. [azz]

Baca juga:
Intip Resep Sukses Pengobatan Mak Erot Hingga Mampu Raup Rp 3,5 Juta per Tamu
Amerika Serikat Timbun Emas 8.133 Ton untuk Cadangan Devisa, Indonesia Berapa?
Jokowi Ingin Pariwisata Jadi Motor Peningkat Devisa
Naik USD 2,4 Miliar, Cadangan Devisa per Oktober 2019 Capai USD 126,7 Miliar
Halal Tourism, Pariwisata Ramah Muslim yang Toleran dan Bersahabat
Bayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Tergerus jadi USD 124,3 Miliar

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini