Nilai Tukar Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp13.895 per USD

Senin, 4 Januari 2021 18:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp13.895 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal tahun 2021, ditutup menguat menembus level psikologis Rp14.000 per USD.

Rupiah ditutup menguat 155 poin atau 1,1 persen ke posisi Rp13.895 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.050 per USD.

"Penguatan Rupiah didukung ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap rendah dan harapan untuk pemulihan ekonomi global dari Covid-19," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin (4/1).

Bank sentral AS The Federal Reserve, dijadwalkan untuk merilis risalah dari pertemuan Desember pada Rabu (6/1). Investor akan mencari detil lebih lanjut tentang diskusi yang membuat panduan kebijakan ke depan mereka lebih eksplisit dan peluang peningkatan lebih lanjut dalam pembelian aset pada 2021.

Di samping itu, semua mata tertuju pada pemilihan putaran kedua 5 Januari di negara bagian Georgia untuk mengisi dua kursi senat AS guna memutuskan partai yang akan mengendalikan majelis.

Dengan Senat Partai Republik telah memblokir dorongan untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan stimulus Covid-19 dari USD 600 menjadi USD 2.000 triliun selama seminggu terakhir, hasilnya akan menentukan apakah Presiden terpilih Joe Biden dapat mendorong agenda legislatifnya, yang mencakup lebih banyak stimulus melalui Kongres.

Sementara itu, media Jepang melaporkan bahwa keadaan darurat sedang dipertimbangkan untuk Tokyo dan dapat diumumkan dalam waktu seminggu. Dengan kota yang menghadapi rekor tingkat infeksi, investor akan memperhatikan konferensi pers Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk menandai awal 2021.

Di Inggris Raya, Perdana Menteri Boris Johnson juga mengisyaratkan kemungkinan pembatasan kuncian yang lebih ketat di negaranya. Namun, di bidang vaksin, Inggris akan menjadi negara pertama yang meluncurkan AZD1222, vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca PLC dan Universitas Oxford.

Vaksin tersebut, yang disetujui oleh badan pengatur produk obat dan kesehatan setempat pada 30 Desember 2020, disebut lebih mudah dibawa dan berbiaya rendah.

Baca Selanjutnya: Sentimen Dometik...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini