Nilai Tukar Rupiah dan IHSG Kompak Ambruk Dipengaruhi Rendahnya Penjualan Ritel

Rabu, 9 September 2020 16:23 Reporter : Anggun P. Situmorang
Nilai Tukar Rupiah dan IHSG Kompak Ambruk Dipengaruhi Rendahnya Penjualan Ritel Rupiah. ©2018 Merdeka.com/Azzura Zurae

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 34 poin di level Rp14.779 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.745 per USD. Di samping itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 94,69 poin atau 1,81 persen ke level 5.149,376 pada akhir perdagangan. Sebanyak 83 saham menguat, 377 terkoreksi, dan 130 stagnan.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pergerakan Rupiah dan IHSG dipengaruhi oleh penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Ritel (IPR) mengalami kontraksi 12,3 persen pada Juli 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Penjualan ritel belum bisa lepas dari kontraksi selama delapan bulan beruntun.

"Bahkan pada Agustus 2020, BI memperkirakan penjualan ritel masih turun dengan kontraksi IPR 10,1 persen YoY. Dengan begitu, rantai kontraksi penjualan ritel kian panjang menjadi sembilan bulan berturut-turut," ujarnya dalam riset harian, Jakarta, Rabu (9/9).

Daya beli masyarakat terlihat sedikit membaik, tetapi masih cenderung melemah. Hal ini tercermin dari laju inflasi inti yang semakin menukik. Inflasi inti, yang merupakan kelompok barang dan jasa yang harganya susah bergerak, menjadi penanda kekuatan daya beli.

"Ketika harga barang dan jasa yang 'bandel' saja bisa turun, maka itu artinya permintaan memang betul-betul lemah. Pada Agustus 2020, inflasi inti Indonesia tercatat 2,03 persen YoY. Ini adalah yang terendah setidaknya sejak 2009," kata Ibrahim.

Baca Selanjutnya: Penyebaran Virus Corona...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kurs Rupiah
  3. Rupiah
  4. IHSG
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini