Nilai Tukar Petani Naik Tipis 0,05 Persen di November 2019

Senin, 2 Desember 2019 16:48 Reporter : Anggun P. Situmorang
Nilai Tukar Petani Naik Tipis 0,05 Persen di November 2019 Petani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2019 sebesar 104,10 atau naik 0,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,31 persen, lebih tinggi daripada kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,26 persen.

"Pada November 2019 Nilai Tukar Petani sebesar 104,10 atau naik 0,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya," ujar Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (2/12).

Pada November 2019, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (2,34 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (3,07 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Masih di November 2019, terjadi inflasi pedesaan di Indonesia sebesar 0,29 persen, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2019 sebesar 113,56 atau naik sebesar 0,12 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

NTP secara umum adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

1 dari 2 halaman

Harga Beras Naik di November 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, beras mengalami kenaikan harga tipis pada November 2019. Pada bulan lalu, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.742,00 per kg, naik sebesar 0,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Untuk kualitas medium sebesar Rp9.522,00 per kilogram (Kg) atau naik sebesar 0,93 persen," ujar Kepala BPS, Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/12).

Tidak hanya beras premium dan medium, BPS juga mencatat kenaikan harga pada beras kualitas rendah. Rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.245,00 per kg atau naik sebesar 0,03 persen.

Selama November 2019, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.084 observasi beras di penggilingan pada 874 perusahaan penggilingan di 32 provinsi.

"Dibandingkan dengan November 2018, rata-rata harga beras di penggilingan pada November 2019 untuk semua kualitas yaitu premium, medium, dan rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,29 persen, 0,85 persen, dan 1,92 persen," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Harga Gabah

Dari 1.588 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama November 2019, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,23 persen, gabah kering giling (GKG) 18,01 persen, dan gabah kualitas rendah 17,76 persen.

Selama November 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.098,00 per kg atau naik 1,71 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.203,00 per kg atau naik 1,64 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.619,00 per kg atau naik 2,02 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.728,00 per kg atau naik 1,88 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.656,00 per kg atau turun 1,85 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.738,00 per kg atau turun 1,88 persen.

Dibandingkan November 2018, rata-rata harga gabah pada November 2019 di tingkat petani untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan rendah masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,35 persen, 0,48 persen, dan 1,75 persen.

Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada November 2019 dibandingkan dengan November 2018 untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan rendah masing-masing juga mengalami penurunan sebesar 0,16 persen, 0,45 persen, dan 2,13 persen. [azz]

Baca juga:
Musim Kemarau, Harga Gabah Kering Naik
Upah Buruh Tani Naik 0,17 Persen di Oktober 2019
Intip Keseruan Pangeran Charles Blusukan ke Pasar
Oktober 2019, Nilai Tukar Petani Naik 0,16 Persen
BPS: Upah Buruh Tani Naik Tipis di September 2019
Ribuan Petani Demo di Patung Kuda

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini