Nilai Tukar Petani Merosot Akibat Harga Pupuk Naik

Sabtu, 15 Agustus 2020 12:16 Reporter : Sulaeman, Anggun P. Situmorang
Nilai Tukar Petani Merosot Akibat Harga Pupuk Naik pertanian. http://merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) turun sebesar 0,85 persen pada Mei 2020. NTP sendiri ialah salah satu indikator untuk mengetahui tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Pengamat BUMN Herry Gunawan mengatakan, turunnya NTP membuat daya beli petani di pedesaan kian sulit. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 petani harus menanggung biaya lebih akibat naiknya harga pupuk dan bibit tanaman.

Sebaliknya, harga jual hasil pertanian justru mengalami penurunan. Akibat tak terserap oleh pasar seiring mulai terbatasnya aktivitas jual beli secara konvensional.

"Juli lalu NTP petani turun. Maka daya beli pun turun. Padahal petani merupakan mayoritas penduduk kita," ujar dia dalam diskusi virtual, Sabtu (15/8).

Untuk itu, ia mempertanyakan kehadiran BUMN khususnya PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai induk Holding BUMN pupuk yang dianggap tak peka dalam membantu petani untuk memperoleh harga pupuk yang murah. Sebab harga pupuk yang murah diyakini mampu meringankan beban petani untuk menjaga ketersediaan pangan.

Pun, terbentuknya holding BUMN pupuk seharusnya dapat memperluas akses pupuk bersubsidi bagi petani selama pandemi belum beranjak dari Indonesia.

"Tapi faktanya tidak begitu. Dimana peran BUMN di bidang pupuk yang sudah ada holdingnya. Harga pupuk tinggi," tukasnya. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini