Nelayan Lobster Dinilai Belum Sejahtera Meski Keran Ekspor Benur Dibuka

Senin, 30 November 2020 16:42 Reporter : Anisyah Al Faqir
Nelayan Lobster Dinilai Belum Sejahtera Meski Keran Ekspor Benur Dibuka nelayan. shutterstock

Merdeka.com - Dibukanya keran ekspor benih lobster (benur) digadang-gadang sebagai upaya mensejahterakan nelayan tangkap lobster. Sayangnya jalan panjang rantai distribusi udang laut ini panjang membuat nelayan masih jauh dari predikat sejahtera.

"Sebetulnya mereka (nelayan penangkap lobster) belum sejahtera benar," kata kata Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Rianta Pratiwi, dalam SAPA MEDIA bertema Memahami Potensi Lobster dari Perspektif Kelautan dan Sosial secara virtual, Jakarta, Senin (30/11).

Ada banyak rantai yang perlu ditempuh lobster untuk bisa dijual keluar negeri. Nelayan menjual ke pengepul kecil dengan harga yang murah. Dari pengepul dijual lagi ke pengepul yang lebih besar. Lalu pengepul pusat baru dijual lagi ke eksportir dengan harga yang lebih mahal.

"Nelayan itu dapat Rp 5.000 per ekor, pengepul bisa Rp 50 ribu per ekor. Kalau eksportir bisa jual sampai ratusan ribu per ekornya dan untungnya bisa sampai miliaran," tutur dia.

Belum lagi lobster tidak bisa ditangkap sepanjang tahun. Hanya pada waktu tertentu saja nelayan menangkap lobster di laut. Maka untuk memenuhi kebutuhannya, nelayan penangkap lobster juga melakukan pekerjaan lain. Semisal bertani, berkebun atau bahkan menangkap ikan jenis lain.

"Jadi memang lobster ini belum bisa untuk kesejahteraan nelayan," kata dia. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini