Negara-negara yang Bangkrut Karena Utang

Rabu, 21 November 2018 06:15 Reporter : Syifa Hanifah
Negara-negara yang Bangkrut Karena Utang Gelandangan di Yunani meningkat. CNN©2015

Merdeka.com - Menyandang sebagai negara maju dan kaya di dunia tak menjamin perekonomian negaranya aman dan terbebas dari utang. Beberapa negara ini justru terlilit utang dan tak mampu membayar utang, membuat negara ini bangkrut dan rakyatnya jatuh miskin.

Karena tak mampu melunasi utang, negara ini dicap sebagai negara bangkrut. Dari berbagai sumber ini dia negara yang bangkrut karena utang:

2 dari 5 halaman

Argentina

negara-negara yang bangkrut karena utangkrisis ekonomi. shutterstock

Pada 2001, Argentina dinyatakan bangkrut gara-gara gagal bayar utang negara USD 100 miliar. Semua ini berawal dari kebijakan Pemerintah Argentina yang mematok USD 1 sama dengan 1 peso Argentina. Berbagai langkah restrukturisasi pun dilakukan oleh Argentina. Tercatat, pada 2005 dan 2010 negara tersebut mengumpulkan para kreditornya untuk membahas restrukturisasi utang yang nilainya mencapai USD 100 miliar tersebut.

Sebagian besar kreditor setuju untuk menerima skema restrukturisasi yang ditawarkan oleh Argentina. Dalam kasus tersebut, Argentina berhasil melakukan restrukturisasi utang dengan diskonto utang sebesar 70 persen. Artinya, utang Argentina hanya tersisa kurang lebih sebesar USD 30 miliar.

2018, pemerintah Argentina secara tak terduga mengajukan pinjaman awal USD 50 miliar atau sekitar Rp 729,69 triliun (asumsi kurs Rp 14.593 per dolar Amerika Serikat) dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Hal itu didorong krisis ekonomi yang terjadi. Krisis ekonomi sebabkan inflasi merajalela. Nilai tukar peso Argentina melemah 40 persen sepanjang 2018.

3 dari 5 halaman

Zimbabwe

negara-negara yang bangkrut karena utangAntre bank di Zimbabwe. CNN Money©2016

Pada 2008, Zimbabwe, salah satu negara di kawasan Afrika juga mencatatkan kisah kelam dalam sejarah perekonomiannya. Kala itu, salah satu negara miskin di Afrika ini terlilit utang sebesar USD 4,5 miliar. Dengan kondisi ekonomi yang buruk, pemerintahnya juga harus berjuang mengatasi tingkat pengangguran yang semakin tak terkendali hingga mencapai 80 persen.

Pada 2008, Zimbabwe memang benar-benar mengalami kejatuhan perekonomian dan berdampak sangat luas pada hampir seluruh masyarakatnya. Masyarakat Zimbabwe mulai berhenti menggunakan bank.

Tak hanya itu, penduduk Zimbabwe berhenti membayar pajak dan tak lagi menggunakan mata uang nasional sebagai alat transaksi jual belinya. Parahnya, sebuah studi yang digelar Yale University menunjukkan, Zimbabwe sebagai negara dengan kemerosotan ekonomi tercepat di dunia.

4 dari 5 halaman

Yunani

negara-negara yang bangkrut karena utangAntrean ATM di Yunani. Business Insider©2015

Yunani secara resmi telah menyandang status negara bangkrut sejak 30 Juni 2015 lalu. Total utang Yunani sendiri sejauh ini tercatat berjumlah USD 360 miliar atau setara Rp 5.255 triliun (kurs rupiah Rp 14.593). Kondisi ini terlihat semakin parah saat gelandangan di Yunani semakin banyak, dan mereka sangat kelaparan.

Jumlah tunawisma atau gelandangan naik 40 persen, pemerintah Yunani memperkirakan ada sekitar 20.000 orang yang tidak punya rumah di Athena dari total 660.000 penduduk di daerah sana. Naiknya angka gelandangan di Yunani disebut sebagai dampak krisis ekonomi yang melanda sejak 2010 silam. Angka pengangguran meroket dari 10,6 persen pada 2004 menjadi 26,5 persen pada 2014.

5 dari 5 halaman

Venezuela

negara-negara yang bangkrut karena utangKerusuhan di Venezuela. ©2017 AFP

Krisis Venezuela juga karena terlilit utang. Menurut Bank Sentral Venezuela, utang luar negeri negara Venezuela pada tahun 2014 meliputi utang publik Venezuela. Utang ini mewakili 55 persen dari semuanya dan apa yang terutang dalam bentuk obligasi utang domestik dan luar negeri, tagihan treasury dan pinjaman bank.

Kemudian utang keuangan PDVSA sebanyak 21 persen. Utang luar negeri sebanyak 15 persen melalui pembiayaan diperoleh melalui dana China. Lalu utang CADIVI sebanyak 9 persen. Ini adalah utang non-keuangan CADIVI (mata uang untuk impor, dividen, pendapatan dan jasa secara umum).

Pada bulan November 2017, The Economist memperkirakan utang Venezuela mencapai USD 105 miliar dan cadangannya sebesar USD 10 miliar. [has]

Baca juga:
Begini kondisi memprihatinkan saat negara di ambang bangkrut
Korupsi jadi akar dari semua kejahatan di Argentina
Presiden-presiden ini bermewah-mewah saat negaranya krisis

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini