Negara G-20 ingin berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi dunia

Sabtu, 9 Juli 2016 16:00 Reporter : Saugy Riyandi
Negara G-20 ingin berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi dunia Pembukaan G20. rumgapress/abror rizki

Merdeka.com - Menteri perdagangan dari negara-negara G-20, menggelar G-20 Trade Ministers Meeting (TMM) guna membahas perkuatan mekanisme investasi global dan stabilitas pertumbuhan ekonomi di Shanghai, China. Pertemuan tersebut juga membahas strategi dalam mengatasi perekonomian dunia yang tengah lesu.

Menteri Perdagangan Tiongkok sekaligus ketua TMM Gao Hucheng mengharapkan mekanisme yang konstruktif dalam perdagangan dan investasi oleh negara-negara G-20, mampu mendorong sistem perdagangan multilateral, memacu pertumbuhan ekonomi global, di tengah perekonomian dunia yang masih lesu.

"Saat ini kondisi perekonomian global masih dalam kondisi lesu, pemulihan berjalan lambat, pertumbuhan perdagangan lemah, karenanya memerlukan langkah nyata antara lain perkuatan mekanisme investasi global, sebelum kondisi semakin memburuk," tuturnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (9/7).

Selain itu, Gao Hucheng mengungkapkan saat ini negara anggota G-20 secara kolektif mewakili 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 80 persen perdagangan dunia, dan 2/3 penduduk dunia.

"Karena itu, negara G-20 ingin berperan lebih aktif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi global yang stabil," tegasnya.

Pertemuan di Shanghai merupakan langkah dan upaya menghadapi tantangan yang tengah dihadapi negara anggota G-20, yaitu rendahnya tingkat pertumbuhan perdagangan global selama empat tahun terakhir yang bertengger pada angka 3 persen. Pertumbuhan ini di bawah tingkat pertumbuhan ekonomi global dan rata-rata pertumbuhan periode sebelum krisis 2008-2009 yang mencapai 7 persen.

Keprihatinan juga ditujukan pada kinerja arus investasi asing secara langsung atau foreign direct investment (FDI) global yang masih berada di bawah level puncaknya pada 2007.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong mengatakan pihaknya optimis perekonomian dunia akan membaik dalam waktu tidak terlalu lama, meski saat ini banyak pihak menilai kondisi ekonomi dunia dalam ketidakpastian.

"Ada dua hal yang membuat saya optimis, dan akan saya 'share' kepada forum, yakni siklus perekonomian Amerika Serikat yang semakin membaik dan kuat, setelah sempat mengalami perlambatan, serta kebijakan reformasi ekonomi Indonesia yang lebih efektif," kata Lembong.

Meski sempat mengalami perlambatan, Thomas mengatakan perekonomian Amerika Serikat secara fundamental masih kuat, sehingga AS dapat menjadi lokomotif perekonomian dunia, termasuk meningkatkan ekspor Asia, khususnya Asia Tenggara ke AS.

"Kedua, saya semakin optimis dengan kapasitas pemerintah Indonesia untuk memformulasikan serta mengimplemantasikan reformasi ekonomi. Jadi, rezim investasi, perniagaan dan iklim investasi akan semakin baik," jelasnya.

Di sela-sela kegiatan tersebut Menteri Perdagangan Thomas Lembong dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan mitra punya dari Tiongkok, Jepang, Uni Eropa, Inggris, Turki dan Belanda, guna menyelaraskan kebijakan perdagangan dan investasi serta upaya peningkatan kerja sama ekonomi bilateral, pengembangan investasi.

Laporan: Linda Juliawanti [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini