Nasib Tragis ABK Ilegal Asal Indonesia di Taiwan

Sabtu, 9 Mei 2020 15:23 Reporter : Anisyah Al Faqir
Nasib Tragis ABK Ilegal Asal Indonesia di Taiwan ABK di Malaysia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Program Manager UNIMG Indonesia, Yuherina Gusman mengatakan ada 10.000 anak buah kapal (ABK) yang bekerja di perusahaan Taiwan. Namun, ABK tersebut bekerja secara ilegal sehingga rentan mengalami perbudakan modern.

"Jumlahnya saya enggak tahu pasti tapi di atas 10 ribu, itu yang terdata," kata Yuherina dalam diskusi Polemik Trijaya bertajuk 'Perlindungan Pekerja Migran Ditengah Pandemi' di akun YouTube MNC Trijaya FM, Jakarta, Sabtu (9/5).

Rina sapaannya menceritakan kehidupan para ABK Indonesia di Taiwan jauh dari kata layak. Banyak pekerja yang datang tanpa dokumen tidak memiliki tempat tinggal di darat.

"Mereka tinggal di kapal atau di tempat umum atau saung (gubuk) di dekat pelabuhan," kata Rina.

Selain itu pekerja tersebut juga tidak memiliki asuransi kesehatan. Padahal pekerjaan para ABK ini terolong pekerjaan dengan resiko tinggi.

ABK ilegal ini, kata Rina, biasanya masuk langsung dari kapal yang bersandar di Indonesia. Perekrutan dilakukan secara informal di pelabuhan. Salah satunya di pelabuhan Cirebon.

"Kalau datang langsung dari Pelabuhan Cirebon itu banyak dan tidak terdata," ujar Rina.

Baca Selanjutnya: Banyak Menimbulkan Kerugian...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini