Naik 11,51 persen, Bank BTN catatkan laba Rp 2,3 triliun di kuartal III-2018

Kamis, 25 Oktober 2018 13:54 Reporter : Merdeka
Naik 11,51 persen, Bank BTN catatkan laba Rp 2,3 triliun di kuartal III-2018 BTN. istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih Rp 2,2 triliun di kuartal III-2018. Angka laba ini naik 11,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama BTN, Maryono menjelaskan, kenaikan laba BTN ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat mencapai Rp 7,54 triliun atau naik 15,29 persen dibandingkan kuartal III-2017 yang hanya sebesar Rp 6,54 triliun. Pendapatan bunga bersih tetap terjaga karena Net Interest Margin (NIM) tetap tumbuh sebesar 4,35 persen.

Tidak hanya itu, penopang laba lainnya adalah dari sisi kredit. BTN mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 19,28 persen secara tahunan (year on year/ yoy). Pertumbuhan kredit ini didorong kenaikan KPR Subsidi, karena Bank BTN telah resmi mendapat kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"FLPP memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit bagi Bank BTN lebih tinggi dan untuk mengoptimalkannya sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kami intensif menggandeng mitra swasta maupun pemerintah daerah agar penyerapan FLPP tepat sasaran," kata Maryono di kantornya, Kamis (25/10).

Angka pertumbuhan kredit tersebut di atas rata-rata industri perbankan per Agustus lalu yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 12,12 persen. Bank BTN berhasil mengucurkan kredit senilai Rp 220,07 triliun per kuartal III-2018, naik dibandingkan kuartal III tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 184,50 triliun.

KPR Subsidi yang memegang porsi 54,35 persen dari total KPR perseroan memang melaju kencang dibandingkan KPR non Subsidi. Secara keseluruhan KPR hanya tumbuh sebesar 21,81 persen yoy atau sebesar Rp 163,61triliun. Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 134,31triliun.

Sementara KPR Subsidi melejit sebesar 30,11 persen yoy atau menjadi sebesar Rp 88,92 triliun lebih baik dibandingkan triwulan III-2017 yang mencapai Rp 68,34 triliun. Sedangkan KPR non Subsidi tumbuh sebesar 13,22 persen yoy menjadi Rp 74,69 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 65,97 triliun.

Sementara sektor kredit konstruksi perumahan, Maryono menambahkan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,41 persen yoy atau sebesar Rp 28,45 triliun lebih tinggi dibandingkan kuartal III-2017 yang mencapai Rp 24,23 triliun yang mengalir bagi para pengembang perumahan.

Laju pertumbuhan kredit yang kencang juga didukung oleh pengendalian rasio kredit macet yang prima. Non Peforming Loan (NPL) Bank BTN berhasil ditekan menjadi 2,65 persen per September 2018, angka tersebut lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,07 persen.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. BTN
  2. Perbankan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini