Muncul Gelembung Gas, Pengeboran di Sumur Migas Lepas Pantai YYA Ditutup

Rabu, 17 Juli 2019 13:15 Reporter : Merdeka
Muncul Gelembung Gas, Pengeboran di Sumur Migas Lepas Pantai YYA Ditutup Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Vice President Relations PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ifki Sukarya mengatakan, ‎pada 12 Juli telah dilakukan pengeboran sumur YYA-1 yang menyebabkan munculnya gelembung di sekitar anjungan lepas pantai YAA yang dioperatori PHE Blok Offshore North West Java (ON‎WJ), di sekitar 2 Kilo Meter (KM) dari Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat.

"Bahwa sumur YYA-1 ini sumur yang eksplorasi sebelumnya dan sedang kita preproasi untuk produksi. Itu bikin lubang-lubang untuk kegiatan produksi. Saat melubangi itulah timbul flow, muncul gelembung gas," kata Ifki, di Jakarta, Rabu (17/7).

Menurutnya, PHE ONWJ telah mengaktifkan Incident Management Team (IMT), untuk ‎menanggulangi kejadian gelembung gas ini.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan pihak PHE ONWJ sudah menutup kegiatan pengeboran sumur YYA-1, selain itu juga memindahkan pekerja yang berada di anjungan lepas pantai dan menara pengeboran.

"Jadi kami segara pd saat dilakukan penutupan, kami aktivasi IMT yang bertugas monitor situasi di lapangan," ujarnya.

Saat ini gelembung gas masih terjadi, PHE ONWJ pun sudah menyiapkan perangkat untuk mengantisipasi kebocoran minyak‎. Selain itu, masyarakat di tiga desa dekat proyek tersebut sudah diminta untuk bersiaga.

‎"Jadi nanti kita siapkan oil spill respond team untuk siapkan strategi di laut dan di darat, jangan sampai ke darat. Kami sudah ada 3 tim di luat. Oil boom (alat untuk mengatasi kebocoran minyak) panjangnya 3 km. ‎Ada tiga desa di perkirakan bakal terpapar," tandasnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Migas
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini