Mulai 3 Mei 2020, Lion Group Layani Penerbangan untuk Pebisnis

Rabu, 29 April 2020 10:18 Reporter : Sulaeman
Mulai 3 Mei 2020, Lion Group Layani Penerbangan untuk Pebisnis Lion Air. ©2018 humas lior air

Merdeka.com - Lion Air Group dijadwalkan kembali beroperasi mulai 3 Mei 2020 bagi penumpang bukan mudik, setelah mengantongi perizinan penerbangan khusus (exemption flight) dari Kementerian Perhubungan. Layanan penerbangan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa angkutan Idul Fitri 1441 Hijriah.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, layanan penerbangan tersebut khusus hanya melayani pebisnis bukan dalam rangka mudik, penerbangan kargo, dan penerbangan bagi pimpinan lembaga tinggi negara RI atau tamu kenegaraan.

"Selain itu penerbangan diperuntukkan bagi kedutaan besar, konsulat jenderal, konsulat asing, organisasi internasional di Indonesia, operasional penegakan hukum untuk ketertiban dan penerbangan darurat khusus pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA)," kata Danang melalui keterangan resminya, Rabu (29/4).

Dia menjelaskan, rencana operasional akan melayani sejumlah rute penerbangan domestik termasuk kota berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan wilayah dengan transmisi lokal atau daerah terjangkit (Zona Merah). Untuk itu, bagi calon penumpang dengan tujuan pengecualian wajib memenuhi protokol penanganan covid-19 sesuai keputusan pemerintah.

Para calon penumpang diharuskan mengisi kelengkapan dokumen dan melampirkan sebelum keberangkatan berdasarkan persyaratan, sebagai berikut:

1. Surat keterangan sehat dari rumah sakit setempat, yang menerangkan bebas atau negatif covid-19,
2. Terperinci mengisi surat pernyataan di rute PSBB atau zona Merah yang disediakan oleh Lion Air Group,
3. Melampirkan surat keterangan perjalanan dari lembaga atau perusahaan yang menjelaskan bahwa penumpang bukan untuk mudik, dan
4. Bagi pedagang atau pengusaha logistik yang tidak memiliki instansi dapat membuat surat pernyataan untuk berdagang atau transaksi secara benar.

1 dari 1 halaman

Pebisnis Boleh Gunakan Penerbangan Komersial

gunakan penerbangan komersial

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut bahwa bahwa orang dengan kepentingan bisnis dimungkinkan untuk menggunakan penerbangan komersial.

"Jadi yang boleh berjalan itu arahan Presiden, mereka yang berbisnis bukan yang mudik," kata Menhub Budi Karya di Jakarta melalui konferensi virtual pada Senin (27/4).

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama asa Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Ruang lingkup dari peraturan tersebut adalah larangan sementara penggunaan sarana transportasi umum, baik untuk transportasi darat, laut, udara, dan kereta api, serta kendaraan pribadi dan sepeda motor, dengan tujuan keluar dan atau masuk wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), wilayah zona merah penyebaran Covid-19, dan Jabodetabek atau wilayah aglomerasi lainnya yang telah ditetapkan PSBB. [azz]

Baca juga:
Miliarder ini Tolak Kalah Dari Corona Meski Bisnis Maskapainya Nyaris Bangkrut
Menhub Beri Sinyal Pebisnis Boleh Gunakan Penerbangan Komersial
Penerbangan Penumpang Dihentikan, Citilink Bidik Layanan Pengangkutan Kargo
Penerbangan Internasional Jepang Turun 90 Persen Akibat Virus Corona
Alasan Pemerintah Izinkan Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini