Mudik 2017, 100.000 pemudik diprediksi tak mau lagi naik bus

Kamis, 8 Juni 2017 13:24 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Mudik 2017, 100.000 pemudik diprediksi tak mau lagi naik bus Mudik bareng Pertamina. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan memprediksi terjadi penurunan sekitar 2 persen sampai 3 persen pemudik pengguna bus. Artinya, sekitar 100.000 pemudik berpaling dari bus atau dari total 4,427 juta penumpang pada 2016 menjadi 4,32 juta penumpang pada 2017.

"Pengguna angkutan umum dalam hal ini bus hampir setiap tahun antara 2-3 persen menurun karena ekonomi pertumbuhan masyarakat tinggi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar seperti dikutip dari Antara usai memimpin apel gabungan kesiapan peralatan dan perlengkapan angkutan Lebaran di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Kamis (8/6).

Selain peningkatan ekonomi, dia mengatakan upaya antisipasi dan perbaikan pada moda transportasi lain, seperti pesawat terbang dan kereta sudah lebih baik sehingga masyarakat beralih menggunakan transportasi tersebut sebagai angkutan mudik mereka. Dari segi kenyamanan dan waktu tempuh juga membuat masyarakat meninggalkan bus umum dan memilih pada kendaraan pribadi, umumnya sepeda motor.

Pudji mengimbau masyarakat memanfaatkan program mudik gratis dan angkutan motor gratis yang disiapkan Kementerian Perhubungan serta sejumlah perusahaan BUMN.

"Pemerintah mengimbau agar tidak menggunakan sepeda motor, ada mudik gratis dimanfaatkan, masih ada 'space' dan banyak sekali peningkatan presentasi mudik gratis," kata Pudji.

Ada pun angkutan mudik gratis masa Angkutan Lebaran 2017 mengalami peningkatan, yaitu untuk bus tersedia 3.409 bus atau naik 24,46 persen dari mudik gratis 2016 yaitu 2.739 bus.

Sementara itu, untuk kepasitas penumpang, yaitu 208.435 atau meningkat 69,83 persen dari mudik gratis 2016 sebanyak 122.733 penumpang.

Ditjen Perhubungan Darat menyatakan puncak kemacetan arus mudik diprediksi terjadi pada H-2, yakni Jumat (23/6) jika Hari Raya Idul Fitri 1438 H ditetapkan pada Minggu (25/6).

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini