Moody's: Karantina Wilayah Mendorong Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Dalam

Jumat, 3 April 2020 15:35 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Moody's: Karantina Wilayah Mendorong Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Dalam Jogja Lockdown. ©2020 liputan6.com

Merdeka.com - Lembaga pemeringkat internasional, Moody's, menilai perekonomian Indonesia mendapatkan tantangan yang serius dari penyebaran virus corona. Terutama sisi fiskal dan neraca eksternal.

Vice President and Senior Analyst Moody’s, Anushka Shah, mengatakan kondisi itu dapat menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi sejak krisis 1997-1998.

Moody's memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 melambat hingga 3,0 persen sebelum mengalami pemulihan hingga meningkat sebesar 4,3 persen pada 2021.

"Perekonomian Indonesia mulai melambat di triwulan satu, namun potensi terjadinya karantina di wilayah Jakarta dan bagian lain di Jawa, yang menjadi pusat pertumbuhan, bisa mendorong perlambatan lebih dalam," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/4).

Shah mengatakan pelemahan Rupiah dan kenaikan imbal hasil untuk surat utang juga berpengaruh kepada kinerja pasar keuangan bila terjadi secara berkepanjangan.

"Nilai tukar Rupiah yang melemah hingga 20 persen sejak Februari dan kenaikan yield surat utang negara dapat berpengaruh ke ekonomi apabila terjadi secara berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, masuknya arus modal dalam kondisi saat ini bisa saja menambah beban utang dan neraca eksternal yang secara tidak langsung mempunyai implikasi kepada kesehatan perusahaan dan kualitas aset bank.

1 dari 1 halaman

Stimulus Ekonomi Pemerintah Lambat

pemerintah lambat rev2

Terkait penanganan kesehatan dan pemberian stimulus untuk menjaga kinerja perekonomian, menurut Shah, kebijakan Indonesia untuk menangani dampak COVID-19 itu sedikit lebih lambat dari negara-negara lain di wilayah.

Meski demikian, fasilitas stimulus yang telah dirumuskan untuk menjaga kinerja perekonomian dan membatasi guncangan di sektor keuangan harus dikoordinasikan dengan lebih baik.

[bim]

Baca juga:
Hasil Swab Seluruh Pasien Positif dan PDP di Sulbar Dinyatakan Negatif
Ridwan Kamil Curhat ke Wapres, Warga Jabar Banyak Tertular Covid-19 dari Pemudik
Limbah Medis Penanganan Pasien Covid-19 di Kaltim Capai 2,5 Ton
Pemberian Token Listrik PLN Gratis Lewat Whatsapp Baru Bisa Senin Esok
Bantu Lawan COVID-19, Tempo Scan Group Serahkan Bantuan Rp10 Miliar ke BNPB
Pemerintah Diminta Prioritaskan UMKM dalam Program Pemulihan Ekonomi dampak Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini