Mobilitas dan Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Luar Jawa-Bali Masih Tinggi

Senin, 30 Agustus 2021 20:38 Reporter : Merdeka
Mobilitas dan Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Luar Jawa-Bali Masih Tinggi Menko Airlangga. Istimewa ©2021

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melaporkan, pergerakan atau mobilitas warga di wilayah luar Jawa-Bali cenderung masih tinggi. Itu menyebabkan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) di sejumlah wilayah juga tinggi.

Airlangga mencontohkan laju mobilitas di wilayah Sumatera, khususnya Sumatera Selatan, Lampung dan Riau yang penurunannya masih kurang dari 20 persen, sehingga perlu terus ditekan.

"Kemudian Lampung, Sumsel dan Aceh CFR ini tertinggi di Sumatera. Kemudian testing dan positivity rate capaiannya relatif di atas level nasional, yaitu Aceh, Sumut, Jambi, Lampung, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung," terangnya dalam sesi teleconference, Senin (30/8).

"Kemudian konversi tempat tidur di Aceh dan Babel di atas 50 persen, yang lain di bawah 40 persen," dia menambahkan.

Untuk di Kalimantan, Kalteng dan Kaltara mobilitasnya masih sekitar 20 persen. Adapun tingkat kematian akibat Covid-19 tertinggi berada di Kaltim dengan 3,4 persen.

"Kemudian testing, positivity rate Kalteng Kaltara Kalsel masih di atas level nasional, sehingga perlu terus didorong. Kemudian konversi tempat tidur di bawah 60 persen, hanya Kaltim yang 40 persen. Vaksinasi masih sekitar di bawah nasional," bebernya.

Di daerah Sulawesi, mobilitas yang masih perlu diturunkan adalah Gorontalo karena memang terjadi kenaikan kasus. Lalu di Sulut, Sulteng, Sulbar, Sultra juga penurunannya masih sekitar 20 persen.

"Gorontalo CFR-nya masih di atas tingkat nasional, testing dan positivity rate dari Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar di atas nasional. Bed occupancy rate rata-rata di bawah 50 persen," ujar Airlangga.

Senada, mobilitas di wilayah Maluku-Papua-Nusa Tenggara, khususnya di NTT, Maluku Utara dan Maluku pengurangannya masih berada di bawah level 20 persen. Kasus aktif di Papua pun mengalami kenaikan, sedangkan tingkat kematian tertinggi ada di NTB sebesar 2,8 persen meski di bawah level nasional.

"Testing dan positivity rate NTT, Maluku dan Papua memiliki capaian testing kurang dari 20 persen, namun positivity rate di bawah nasional. Bed occupancy rate masih di bawah 40 persen," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Dampingi Difabel yang Kehilangan Pekerjaan di Tengah Pandemi
Airlangga Hartarto: Kasus Harian Positif Covid-19 di Level Nasional Turun
PPKM di 4 Provinsi Luar Jawa-Bali Turun Level 3, Kabupaten/Kota Jadi 85 Daerah
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, 25 Daerah Masih Terapkan PPKM Level 4
Jokowi Minta Masyarakat Berhati-hati Sikapi Tren Perbaikan Kasus Covid
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Malang Raya dan Solo Raya Turun ke Level 3

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini