Minyak Kelapa Sawit Dinilai Jadi Solusi Tekan Stunting di Indonesia

Rabu, 6 Maret 2019 15:59 Reporter : Merdeka
Minyak Kelapa Sawit Dinilai Jadi Solusi Tekan Stunting di Indonesia Kelapa Sawit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Doddy Izwardy mengatakan, perbaikan gizi merupakan investasi ekonomi di mana kecukupan gizi makro dan mikro merupakan prasyarat membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) termasuk kualitas fisik dan intelektual serta produktivitas tinggi.

Menurutnya, masalah stunting di Indonesia berdampak kepada tiga aspek yaitu gagal tumbuh, gangguan kognitif dan gangguan metabolisme. Jika masalah stunting tidak diatasi, maka Indonesia mengalami kerugian dari aspek ekonomi.

"Untuk itu, kami berharap kelapa sawit dapat menjadi solusi dalam mengatasi stunting. Karena masalah yang dihadapi pola konsumsi,” ujar dia dalam Seminar Sawit Indonesia di Jakarta, Rabu (6/3).

Minyak sawit dinilai mempunyai kandungan vitamin dan nutrisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Tingginya kandungan vitamin A dan E sangat dibutuhkan mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting yang terjadi di Indonesia sekarang ini.

Sementara itu, Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Institut Pertanian Bogor (IPB) Nuri Andarwulan mengatakan, minyak sawit sangat cocok digunakan sebagai bahan baku minyak goreng karena mengandung hampir 50 persen asam lemak jenuh dan hampir 50 persen lemak tidak jenuh.

"Selain itu, terdapat pula kandungan omega 9 yang berfungsi untuk membangun dinding sel dan membran sel tubuh," jelas Nuri.

Dia menjelaskan, susu formula yang beredar di pasar pun mengandung campuran spesifik lemak nabati yang berasal dari minyak sawit untuk meniru kandungan asam lemak jenuh (SFA), asam lemak tak jenuh rantai tunggal (MFA), dan asam lemak tak jenuh rantai jamak (PUFA) pada ASI3.

"Banyak orang tidak tahu kandungan di susu formula berasal dari minyak sawit. Itu sebabnya negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat menekan komoditas sawit," ungkap dia.

Diantara minyak nabati lain, lanjut Nuri, minyak sawit juga mengandung kandungan karoten (Vitamin A), tokoferol dan tokotrienol (Vitamin E) yang sangat tinggi sehingga mengandung zat antioksidan. "Dibandingkan minyak kedelai, kandungan tokotrienol minyak sawit dua kali lebih banyak," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini