Minimalisir Kerugian Petambak dan Nelayan, Jasindo Tawarkan Asuransi Udang dan Ikan

Senin, 10 Februari 2020 15:38 Reporter : Idris Rusadi Putra
Minimalisir Kerugian Petambak dan Nelayan, Jasindo Tawarkan Asuransi Udang dan Ikan nelayan. CHEN WS / Shutterstock

Merdeka.com - Potensi tambak udang di Indonesia tergolong tinggi yaitu mencapai 242.000 hektare, di mana 60 persen merupakan lahan dengan pengelolaan secara tradisional dan 40 persen pengelolaan secara intensif.

Melihat besarnya risiko terjadi kegagalan dalam berbudidaya udang, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) serta industri asuransi kerugian umum, membentuk Konsorsium AUBU dan menerbitkan Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU).

Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Sahata L. Tobing mengatakan, dengan adanya AUBU, petambak udang tidak perlu lagi takut mengalami gagal panen.

"Pasalnya, lini usaha yang mereka jalani akan terlindungi ketika terjadi risiko kematian udang yang menyebabkan kegagalan panen. Manfaat utama lainnya adalah petambak bisa mendapat kepastian jaminan modal biaya produksi untuk budidaya selanjutnya," katanya.

Asuransi udang ini juga menjadi amanat Undang-Undang No.7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. "Asuransi Jasindo ditunjuk sebagai Ketua Konsorsium mengingat pengalamannya dalam menjalankan asuransi program pemerintah," lanjutnya.

Selain Asuransi Budidaya Udang, KKP bersama Asuransi Jasindo sebagai leader konsorsium asuransi APPIK juga meluncurkan Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil atau disingkat APPIK, dan masih merupakan program pemerintah dengan premi 100 persen ditanggung Pemerintah.

1 dari 1 halaman

Premi

Rate premi untuk AUBU ditetapkan 3 persen per siklus (4-5 bulan), sedangkan untuk APPIK Rate Premi ditetapkan bervariasi sesuai dengan komoditi ikan yang diasuransikan. Biaya administrasi dikenakan hanya untuk polis dan bea meterai.

Sahata menambahkan, petambak udang akan mendapatkan perlindungan sesuai dengan biaya ongkos produksi atau modal yang diajukan menjadi nilai pertanggungan. Sedangkan untuk APPIK nilai pertanggungan telah ditetapkan perkomoditas yakni, ikan patin Rp3.000.000, nila payau Rp5.000.000, nila tawar Rp4.500.000, bandeng Rp3.000.000, polikultur Rp7.500.000, udang Rp7.500.000, dan lele Rp4.500.000.

AUBU ditujukan untuk petambak semi itensif sampai dengan super intensif baik vaname maupun windu. "Untuk Petambak dengan teknologi sederhana bila ingin mengikuti asuransi AUBU maka pendaftaran harus di koordinir oleh Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah setempat," ujarnya.

Alur pendaftaran dengan cara menyerahkan dokumen, mengisi formulir, survei mitigasi risiko, membayar premi asuransi, dan menerima polis asuransi. Dokumen pendukung yang diperlukan untuk mendaftar berupa formulir pendaftaran, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Sementara untuk klaim, pelaporan dan proses bisa diajukan dalam waktu 3x24 jam setelah musibah terjadi. Tertanggung wajib melaporkan kepada penanggung melalui sarana komunikasi tercepat, disertai foto-foto kerusakan. Hasil survei klaim akan dituangkan dalam bentuk berita acara survei klaim yang ditandatangani tertanggung, petugas pendamping yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, serta petugas klaim asuransi. Dengan Asuransi Usaha Budidaya Udang, budidaya aman, premi ringan, dan usaha lancar. [idr]

Baca juga:
Diundang OJK, Nasabah Jiwasraya Sempat Dilarang Masuk ke Ruangan
Sri Mulyani Tak Mau Gegabah Suntik Dana ke Jiwasraya
Surat Cinta Korban Jiwasraya untuk Sri Mulyani
Nasabah Jiwasraya: Tidak Peduli Pansus atau Panja, yang Penting Uang Kami Balik
Asuransi SequisLife Ciptakan Produk Asuransi untuk Pecandu Medsos

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Asuransi
  3. Nelayan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini