Minat Investasi IKN Naik 39 Kali Lipat, Pemerintah Buka Area Tambahan

Senin, 28 November 2022 17:30 Reporter : Yunita Amalia
Minat Investasi IKN Naik 39 Kali Lipat, Pemerintah Buka Area Tambahan Pembangunan di Ibu Kota Negara. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Otoritas Ibu Kota Negara (IKN), Bambang Susantono mengaku minat investor untuk berinvestasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) meningkat 39 kali lipat. Jumlah minat tersebut melebihi apa yang disiapkan oleh pemerintah.

Sebelum melakukan penjajakan pesar, pemerintah menyediakan kavling-kavling untuk berinvestasi di area-area yang tersedia di IKN. Saat itu, permintaan para investor meningkat 25 kali lipat dari apa yang bisa disediakan pemerintah, khususnya di area 1A. Setelah penjajakan pasar, kembali meningkat.

"Setelah jajak pasar, memang berkembang luar biasa minat dari para investor yang menghubungi kami. Sehingga hampir 40 kali, tepatnya 39 kali lipat dari area-area yang mmg kita siapkan untuk investasi untuk tahap pertama ini," ujar Bambang di Istana Kepresidenan, Senin (28/11).

Tingginya minat tersebut membuat pemerintah membuka lagi penawaran bagi para investor untuk berinvestasi di IKN Nusantara. Area yang ditawarkan yaitu area 1B dan 1C.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan langsung membuka penawaran investasi di daerah pengembangan ibu kota negara. Investasi yang dibuka nantinya akan fokus pada pariwisata, pusat keuangan atau ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

"Tidak hanya di wilayah KIPP, tapi juga di wilayah lain. Misalnya wilayah pengembangan yang bercirikan tourism pariwisata. Ada daerah lain yg bercirikan financial center atau pusat ekonomi dan sebagainya," kata dia.

"Intinya arahan beliau (Presiden Joko Widodo) membuka seluas-luasnya bagi para investor untuk bergabung dan sesegera mungkin membangun di kawasan IKN ini," ungkapnya. [azz]

Baca juga:
Per 22 November 2022, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp216,19 T
Lima Alasan Generasi Sandwich Terjun ke Investasi SBN dan Reksa Dana
Investasi Sektor Migas Ditarget Capai USD 13,2 Miliar di 2022
Dunia Masih Butuh Investasi Sektor Migas Rp187.524 Triliun Hingga 2045
Hadapi Ancaman Resesi, Pemprov Jateng-Swiss Bahas Kerja Sama Wisata dan Karbon Trade
Industri Migas Dinilai Belum 'Sunset', Dibutuhkan Banyak Investasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini