Miliarder Rokok Elektrik China Kehilangan Setengah Harta karena Hal Ini

Minggu, 28 Maret 2021 07:00 Reporter : Merdeka, Anggun P. Situmorang
Miliarder Rokok Elektrik China Kehilangan Setengah Harta karena Hal Ini Ilustrasi orang kaya. ©Giphy

Merdeka.com - Miliarder Kate Wang adalah pendiri perusahaan produsen rokok elektrik, RLX Technology yang berbasis di China. Pasar China yang menjanjikan membuat bisnisnya moncer dan kekayaan terus meroket. Sayangnya kondisi ini mulai berubah kala pemerintah China belum lama ini merilis aturan ketat perdagangan rokok elektrik.

Dikutip dari Forbes, Kamis (25/3/2021) kekayaan Wang mendadak tergerus lebih dari 40 persen, dari USD 6 miliar atau setara Rp 86,6 triliun menjadi hanya USD 3,4 miliar sekitar Rp 49,1 triliun. Ini setelah harga saham RLX anjlok lebih dari 40 persen pada perdagangan saham.

Sebelumnya, pemerintahan Xi Jinping melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama Lembaga Administrasi Monopoli Tembakau China, merilis secara online rencana revisi aturan perdagangan tembakau di China.

Dalam klausul yang akan ditambahkan itu akan mengklasifikasikan rokok elektrik sebagai bagian dari produk tembakau. Aturan ini akan memperketat pengawasan terhadap industri yang sedang berkembang ini.

"Revisi tersebut akan memperjelas dasar hukum untuk pengawasan dan administrasi rokok elektrik dan produk tembakau jenis baru lainnya. Ini akan dikoordinasikan dengan Undang-Undang Republik Rakyat China tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur serta undang-undang dan peraturan lainnya," sebagaimana keterangan dalam dokumen yang dirilis pemerintah, dikutip dari Global Times.

Karena aturan baru itu, kerugian bukan hanya ditanggung Wang. Anjloknya harga sama RLX juga membuat kekayaan pendiri RLX lainnya ikut tergerus.

David Jiang yang juga salah satu dari tujuh pendiri perusahaan ini mengalami penurunan kekayaan, nilainya turun dari USD 2,8 miliar atau lebih dari Rp 40 triliun menjadi USD 1,6 miliar atau setara Rp 23 triliun.

Begitupun Yilong Wen yang kekayaannya ikut turun dari USD 1,8 miliar atau sekitar Rp 26 triliun menjadi USD 1 miliar sekitar Rp 14,4 triliun.

Baca Selanjutnya: Bisnis Rokok Elektrik sedang Naik-Daun...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Orang Terkaya
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini