Milenial Bakal Sulit Punya Rumah di Ibu Kota Baru

Rabu, 11 September 2019 16:04 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Milenial Bakal Sulit Punya Rumah di Ibu Kota Baru Perumahan Ibu Kota Baru. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara, akan mengancam kaum milenial. Terutama terkait kepemilikan rumah di lokasi ibu kota baru.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan milenial akan terancam tidak bisa memiliki rumah di ibu kota baru. Menurut Bhima, dengan asumsi harga tanah di lokasi ibu kota baru naik 4 kali lipat, maka pengembang akan menawarkan harga yang lebih tinggi dan tidak dapat dijangkau milenial.

"Harga tanah naik berapa di sana? Coba teman-teman main kesana, harga tanah naik empat kali lipat, terus properti mau dijual berapa nanti ke kita-kita. Thesis saya milenial terancam tidak punya rumah kota di Ibu kota baru," kata dia saat ditemui, di Jakarta, Rabu (11/9).

Prediksi Bhima terkait milenial tidak dapat memiliki rumah, diperkuat dengan data lembaga riset yang menyebutkan 15 persen milenial masih tinggal dengan orang tua. Milenial tidak bisa membeli rumah baru, bahkan untuk menyewa kontrakan pun tidak bisa.

"Nanti milenial disuruh kontrak atau KPR di ibu kota baru dengan harga yang lebih mahal, ini akan menjerat generasi ke depannya untuk tidak bisa punya rumah di ibu kota baru," tegas dia.

Karena itu, dia mengharapkan pemerintah dapat memikirkan bagaimana agar generasi millenial yang akan tinggal di ibu kota baru mendapat fasilitas perumahan. "Jangan sampai, ibu kota pindah tapi milenialnya jadi gelandangan di ibu kota," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini