Meski Neraca Perdagangan Februari Surplus, Pemerintah Tetap Upaya Tekan Defisit Migas

Senin, 18 Maret 2019 11:36 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Meski Neraca Perdagangan Februari Surplus, Pemerintah Tetap Upaya Tekan Defisit Migas Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan soal Neraca Perdagangan. ©Istimewa

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengaku bersyukur karena neraca perdagangan Indonesia saat ini tengah mengalami surplus. Hal itu menunjukkan adanya peningkatan ekspor dibanding bulan sebelumnya.

"Surplus loh sekarang kita punya neraca perdagangan, ya walaupun hanya USD 350 juta," kata Menko Luhut saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (18/3).

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Februari 2019 mencatatkan surplus sebesar USD 0,33 miliar. Hal ini berbanding terbalik dibandingkan Januari 2019 yang mengalami defisit sebesar USD 1,16 miliar dan Februari 2018 yang defisit USD 120 juta.

Kendati demikian, dia menegaskan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengatasi defisit neraca perdagangan sektor migas yang kerap menjadi faktor pendorong defisitnya neraca perdagangan. "Energi belum surplus, belum bagus ya," ujarnya.

Akan tetapi, dia optimistis sektor energi Indonesia akan mengalami perbaikan. Terlebih dengan adanya implementasi B20 dan energi pengganti lainnya. "Tapi artinya sudah langkahnya tambah bagus, jadi B20 ini kalau kita implementasikan bener dan B30 nanti dan sampai kepada B100," tutupnya.

Sebelumnya, BPS menyampaikan surplus neraca perdagangan RI. Pada Februari 2019, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 12,53 miliar. Sedangkan impornya sebesar USD 12,2 miliar. "Sesudah 4 bulan kita mengalami defisit, Alhamdulillah bulan ini kita mengalami surplus. Kita berharap bulan-bulan berikutnya kita mengalami surplus," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini