Meski Miliki Penduduk Muslim Besar, Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Masih Rendah

Selasa, 28 Juli 2020 21:43 Reporter : Merdeka
Meski Miliki Penduduk Muslim Besar, Inklusi Keuangan Syariah Indonesia Masih Rendah Menko Airlangga Hartarto. ©Tebe/Humas Ekon

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan inklusi keuangan syariah. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk islam terbanyak di dunia.

Berdasarkan data dari Global Islamic Economy, Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia sebagai negara dengan aset keuangan syariah terbesar yakni USD 86 juta di 2018.

"Data OJK pada 30 April 2020, keuangan syariah pangsanya relatif kecil dibandingkan keuangan konvensional. Market share keuangan syariah sebesar 9 persen, perbankan syariah 6,1 persen, industri keuangan non-bank syariah sebesar 4,4 persen, pasar modal syariah sebesar 16,2 persen," urainya dalam diskusi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, Selasa (28/7).

Selain itu, lanjut Menko Airlangga, indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 9,1 persen dibandingkan total indeks inklusi keuangan yang mencapai 76,2 persen. Selain itu, tingkat literasi keuangan syariah baru mencapai 8,93 persen.

"Hal ini menjadi catatan, mengingat penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87,18 persen dari total penduduk Indonesia sebesar 265 juta. Sehingga Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sangat berpotensi dalam peningkatan indeks inklusi keuangan syariah," ujar Menko Airlangga.

Baca Selanjutnya: Pemerintah Bentuk Program Implementasi Ekosistem...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini