Meski Ekonomi Kuartal III Masih Tumbuh Negatif, Rupiah Tetap Ditutup Menguat

Kamis, 5 November 2020 16:00 Reporter : Anisyah Al Faqir
Meski Ekonomi Kuartal III Masih Tumbuh Negatif, Rupiah Tetap Ditutup Menguat rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Rupiah sore ini ditutup menguat 185 poin di level 14.380 dari penutupan sebelumnya di level 14.565. Pada sesi pagi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sempat menguat 160 poin, kemudian sesi siang menipis ke 130 poin.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuhaibi, memprediksi pada perdagangan besok Rupiah kemungkinan akan dibuka fluktuatif. Menguat 30-200 poin namun ditutup menguat sebesar 30-170 point di level 14.330-14.420.

Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) siang tadi mengumumkan pertumbuhan ekonomi nasional kontraksi 3,49 persen (yoy), namun hal ini tidak terlalu berpengaruh pada nilai tukar Rupiah. Kontraksi ekonomi ini dianggap lebih baik dari pada kuartal sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 5,23 persen.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini justru menunjukkan proses pemulihan ekonomi nasional dan pembalikan arah atau turning point dari aktivitas ekonomi nasional menunjukkan arah zona positif.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang terjadi kontraksi, namun masih menunjukkan perbaikan," kata Ibrahim di Jakarta, Kamis, (5/11).

Ibrahim mengatakan seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) membaik pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini ditopang realisasi belanja bantuan sosial dan dukungan dunia usaha terutama UMKM.

Percepatan belanja negara meningkat pesat pada triwulan III ini telah membantu peningkatan atau pembalikan dari pertumbuhan konsumsi pemerintah yang mengalami pertumbuhan positif 9,8 persen (yoy). Angka pertumbuhan 9,8 persen turning point lebih 17 persen sendiri.

Namun yang masih menjadi pekerjaan rumah yaitu mendongkrak konsumsi rumah tangga. Pada kuartal ketiga, konsumsi rumah tangga masih tumbuh negatif 4,04 persen (yoy).

Kondisi ini disebabkan konsumsi masyarakat menengah ke atas terbatas karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Selain itu, konsumsi rumah tangga menengah-atas didominasi barang dan jasa yang sensitif terhadap mobilitas.

"Covid-19 membuat mobilitas terbatas maka konsumsi menengah-atas tertahan," kata dia.

Dia berharap pada kuartal keempat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mempertahankan masa PSBB-Transisi sampai pendistribusian vaksin yang direncanakan awal Desember 2020. Sehingga ada harapan PSBB-Transisi berubah menjadi new normal dan masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.

Baca Selanjutnya: Faktor Eksternal...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini