Meski Ada Revisi, Holding BUMN Perbankan Tetap Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Senin, 22 April 2019 15:49 Reporter : Merdeka
Meski Ada Revisi, Holding BUMN Perbankan Tetap Ditargetkan Selesai Tahun Ini Ilustrasi BUMN. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Deputi Bidang Usaha, Jasa Keuangan, Jasa Survei Dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menargetkan pembentukan holding BUMN perbankan tetap dilakukan tahun ini, meski ada revisi dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Saat ini, kajian pembentukan holding perbankan sedang dalam proses finalisasi, setelah mendapat masukan dari KSSK untuk merevisi beberapa konsep, dalam diskusi dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

"Sudah kita revisi lagi tentang masukan dari KKSK Kemenkeu, OJK dan BI dan kita mau diskusi lagi dengan tim salah satunya KKSK itu," ‎kata Gatot, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4).

Gatot mengungkapkan, masukan tersebut di antaranya mengenai efisiensi setelah holding perbankan terbentuk. Dia pun mengklaim, ‎sebelum holding perbankan terbentuk sudah menghasilkan efisien berupa penerapan ATM link.

"Jadi holding pasti ada efisiensi dan kita bisa seperti yang kita lakukan bersama ATM link saja itu kan sudah efisiensi bagus. Belum holding saja sudah ada efisiensi di masing-masing," tuturnya.

Gatot melanjutkan, setelah holding terbentuk efisiensi akan tercipta kembali, yaitu dengan sinergi jaringan teknologi informatika antar empat bank BUMN dan BUMN keuangan. BUMN keuangan yang akan digabungkan dalam satu sistem informatikanya adalah PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Pegadaian (Persero) dan Bahana.

"Nanti kalau holding jadi itu nanti IT kita akan kita remapping under empay bank yang ada," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono, menyebutkan holding perbankan akan dipercepat. Setelah sebelumnya holding perbankan ngaret dari target awal. Sebelumnya, holding perbankan sempat ditargetkan rampung pada 2018. Namun hingga saat ini, proses tersebut masih terus berlangsung.

"Saya kira holding ini sekarang menjadi perhatian khusus dari BUMN, dan ini sekarang akan di speed up, dipercepat untuk penyelesaian-penyelesaian karena kita harus memberikan beberapa penjelasan-penjelasan yang terkait ke KKSK atau ke Bank Indonesia, OJK dan sebagainya," kata Maryono, saat ditemui di JCC Senayan, ditulis Senin (11/2).

Dia mengungkapkan, lambatnya proses holding BUMN perbankan dikarenakan ada beberapa hal yang masih harus diperjelas. Dengan adanya holding tersebut, Maryono berharap peran BTN sebagai bank perumahan akan semakin kuat.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini