Merger Bank Syariah Indonesia Diminta Waspadai Perbankan Malaysia

Selasa, 19 Januari 2021 12:30 Reporter : Merdeka
Merger Bank Syariah Indonesia Diminta Waspadai Perbankan Malaysia syariah. shutterstock

Merdeka.com - Ekonom Universitas Padjadjaran, Aldrin Herwany menyebut bahwa merger Bank Syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia akan menjadi penggerak motor baru untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Nah, untuk di 2021 juga kita lihat bahwa nanti ada merger bank Syariah BUMN, yang sekarang namanya bank Syariah Indonesia yang sudah melalui proses merger. Saya berekspektasi untuk 5 tahun ke depan atau 10 tahun ke depan yang syariah ini akan dominan," kata Aldrin dalam konferensi pers Indonesia Digital Economy and Business Outlook 2021, Selasa (18/1).

Menurutnya, saat ini bank syariah di Indonesia masih kalah dalam hal skala ekonomis. Sehingga dengan merger ini diharapkan bisa menjadi salah satu alasan signifikan dalam menurunkan biaya per unit produk, dan menaikkan skala ekonomis serta mempunyai daya saing yang tinggi dalam percaturan perbankan Indonesia.

"Bisa jadi ada babak baru untuk 5 tahun ke depan di Indonesia ya ini akan berdampak multiplier effect ke industri keuangan bukan bank yang syariah juga seperti perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, lembaga jasa keuangan khusus, dan lembaga keuangan mikro," jelasnya.

Kendati begitu, Indonesia harus waspada kepada negara Malaysia. Sebab, Malaysia merupakan porosnya berasal dari pusat pertumbuhan ekonomi khusus yang dilakukan oleh praktisi dari sisi Islami atau syariah. Sehingga bank syariah Malaysia diuntungkan karena mereka dibantu oleh kerajaan Malaysia yang meminta keuntungan BUMN mereka disetorkan ke bank Syariah.

Baca Selanjutnya: Beda dengan Indonesia...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bank Syariah
  3. Perbankan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini