Menteri Teten Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali

Rabu, 10 Agustus 2022 14:09 Reporter : Merdeka
Menteri Teten Dorong Diversifikasi Ekonomi Bali Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Bazar Indonesia Hitz dan Sunday Lunch Fashion Show. ©2021 Liputan6.com/Tira Santira

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, perlunya diversifikasi perekonomian Bali dengan mengembangkan beberapa sektor yang memiliki keunggulan. Yaitu sektor berbasis kreatifitas dan kultural dan sumberdaya alam seperti kriya, wellness produk dan makanan.

"Pengembangan produk tersebut diharapkan berorientasi pasar ekspor," kata Menteri Teten saat ditemui di Bali, Rabu (10/8).

Menurut Menteri Teten, masyarakat Bali yang sudah lama dikenal sebagai masyarakat yang paling kreatif, terampil dan tekun akan mampu menghasilkan produk kriya yang berkualitas dan disukai oleh pasar internasional.

"Posisi Bali sebagai melting pot di mana terdapat kunjungan 16 juta wisatawan domestik dan manca negara dapat dimanfaatkan untuk interaksi dengan berbagai budaya, memasarkan produk dan mempelajari selera pasar dunia," katanya.

MenkopUKM menegaskan, pengembangan UKM produk kriya harus dilakukan berbasis riset pasar, sistematis dan berkesinambungan dengan fokus aggregator kecil dan menengah yang melibatkan buyer representatif dan lembaga pembiayaan ekspor.

2 dari 2 halaman

Dorong Sinergi

menteri teten dorong diversifikasi ekonomi bali

Promosi produk kriya Bali melalui kegiatan pameran baik skala nasional maupun internasional di Bali perlu dilakukan secara rutin. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM sedang mengembangkan ekosistem ekspor melalui program SMESCO Hub Timur yang menjadikan Bali sebagai hub untuk pengembangan ekspor produk komoditi dari Indonesia Timur.

"Produk-produk dari Indonesia Timur dibawa ke Bali untuk dibranding, diproses baik oleh pengusaha Bali maupun oleh luar Bali termasuk manca negara. Program ini melibatkan Kerjasama antara SMESCO dengan BNI Xpora dan perusahaan logistik," ujarnya.

Adapun strategi pengembangan ekspor produk UMKM akan difokuskan pada konsolidasi produk UMKM melalui agregator seperti Lewis Organic, Javara, PT OOA, Torch, E-Fisheri dan lainnya. Melalui strategi tersebut produk UMKM akan terstandarisasi, tersertifikasi, memiliki kepastian pasar ekspor, hingga logistiknya.

Untuk meningkatkan efektivitas kegiatan dilingkungan Kementerian Koperasi dan UKM perlu dilakukan secara sinergi antara unit Kedeputian.

"Pelaku UMKM akan sulit beradaptasi dan mengembangkan usahanya jika berjalan sendiri-sendiri dan harus menentukan strategi pasar karena sumber daya yang terbatas. Selain itu, UMKM juga perlu berkolaborasi dan melakukan spesialisasi produksi," tutup Menteri Teten.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Tak Hanya Disetop, Penggunaan Dana Pungutan Ekspor Kelapa Sawit Diminta Dievaluasi
Keunggulan Bali yang Tak Dimiliki Daerah Lain di Indonesia
Tak Penuhi Kewajiban DMO, Akses Fitur Ekspor 29 Perusahaan Batubara Ditutup
Kemendag Amankan Baja Impor Tak Sesuai SNI Rp41,68 Miliar
Menteri Teten Nilai Bali Miliki Potensi jadi Pusat Perdagangan Dunia
Wamendag Soal Ekonomi Tumbuh 5,44 Persen: Terlihat Perdagangan Rakyat Terus Meningkat
Petani Ponorogo Kembali Ekspor Rempah-rempah ke India, Nilai Capai Rp3,5 Miliar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini