Menteri Susi Sindir Bank: Bunga Kredit ke Perusahaan Lebih Kecil Dibanding ke UMKM

Kamis, 12 September 2019 13:59 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Menteri Susi Sindir Bank: Bunga Kredit ke Perusahaan Lebih Kecil Dibanding ke UMKM Susi Pudjiastuti. ©Efrimal Bahri

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta sektor perbankan menunjukkan keberpihakan kepada pelaku UMKM sektor perikanan. Harapannya, UMKM perikanan dapat lebih menggeliat.

"Saya juga mohon perbankan di Indonesia juga mulai memberikan keberpihakannya," kata Menteri Susi di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Kamis (12/9).

Dalam pandangan Susi, tanpa adanya dukungan dari perbankan, tentu akan sangat sulit bagi pelaku UMKM perikanan untuk mengakses modal dan mengembangkan usaha mereka.

"Tanpa afirmative policy dari kita yang kecil tidak mungkin naik cepat untuk bisa mensejajarkannya lebih kompetitif. Lebih punya kemampuan," tegas dia.

Salah satunya bentuk keberpihakan perbankan dapat ditunjukkan melalui pemberian bunga pinjaman yang rendah kepada UMKM perikanan.

"Jadi bunganya lah kita subsidi untuk pinjaman di bawah Rp 1 miliar, jangan justru bunga yang kecil-kecil malah lebih tinggi dari pada korporasi. Mindset ini harus kita buang," tandasnya.

Selain itu, Menteri Susi mengajak para pelaku usaha untuk berinvestasi di sektor perikanan. Saat ini, iklim bisnis maritim Indonesia sudah semakin baik serta menjanjikan keuntungan.

"Kita majukan. Sekarang ini perikanan betul-betul luar biasa hasilnya. Anda investasi untuk pengusaha-pengusaha perikanan itu saatnya sekarang. Karena ikan banyak, laut juga sudah mulai aman," kata Menteri Susi.

Dia mengatakan, KKP akan terus berupaya agar iklim bisnis kelautan di Indonesia tetap sehat dan berkelanjutan. "Sustainability juga di-policy-kan sangat keras oleh KKP. Karena kalau tidak keberlanjutan dari produktivitas laut kita juga akan terganggu," tegas dia.

Investasi di sektor kelautan tidak hanya dilakukan oleh swasta. Pemerintah, khususnya KKP pun sudah melakukan investasi dengan nilai sekitar Rp 2,5 triliun per tahun.

"Dan kita juga kalau dihitung dari anggaran kita, Rp 2,5 triliun tiap tahun itu masuk ke investasi baik kepada stakeholder bantuan jaring bantuan kapal, bantuan pakan, bantuan mesin budidaya, bantuan pelayanan asisten untuk peningkatan mutu dan segalanya. Itu invest kita," paparnya.

Tentu investasi yang tersebut tidak mendatangkan imbal balik secara langsung pada pemerintah. Yang dinilai Susi sebagai imbal balik dari investasi tersebut adalah makin membaiknya ekonomi masyarakat yang berusaha di sektor perikanan. "Return-nya memang bukan untuk KKP, return untuk masyarakat stakeholder kelautan dan perikanan," ujar dia.

Menteri Susi berharap agar semua bentuk dukungan yang diberikan pemerintah baik dalam bentuk sarana prasarana, permodalan, hingga regulasi dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. "Kapal yang diberikan kepada nelayan kan bukan untuk jalan-jalan ke laut saja tanpa menghasilkan uang. Jadi selain swasta investasi, pemerintah juga investasi," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini