Menteri PU: Di era SBY tiap tahun bangun 30 Km jalan tol

Senin, 24 Maret 2014 17:14 Reporter : Novita Intan Sari
Menteri PU: Di era SBY tiap tahun bangun 30 Km jalan tol SBY resmikan tol Bali. ©Rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum membanggakan kinerja Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) di sektor pembangunan infrastruktur.

Selama 10 tahun kepemimpinan SBY, panjang jalan tol di Indonesia menjadi 918 kilometer (km). Dari total tersebut, sepanjang 38 km dibangun oleh pemerintah dan 888 km dibangun swasta.

"Selama saya menjadi Menteri PU atau periode kabinet ini, panjang jalan tol di Indonesia bertambah 300 km," ujar Menteri PU, Djoko Kirmanto saat jumpa di Kementerian PU, Jakarta, Senin (24/3).

Djoko bercerita, pada 1970 pembangunan jalan tol hanya 20 km per tahun. Pada 2004 jalan tol di Indonesia panjangnya mencapai 611 km.

"Jadi jalan itu sudah lebih baik dari kabinet yang sebelumnya. Sekarang per tahun bisa bangun 30 km, itu sudah lebih baik," jelas dia.

Meski begitu dia tidak menampik dalam pembangunan jalan tol di Indonesia masih menyisakan persoalan yakni pembebasan lahan. Masalah ini menjadi kerap kali mengganggu pembangunan proyek jalan tol di Indonesia. "Jalan tol yang paling berat adalah pembebasan lahan," ungkapnya.

Beda halnya dengan pembangunan jalan tol, untuk panjang jalan nasional Indonesia hanya bertambah 4.400 kilometer. Pada 2004 panjang jalan nasional sekitar 34.000 km. Setelah 10 tahun SBY berkuasa, panjang jalan nasional hanya 38.400 km. "Dari tambahan 4.400 km itu pun bukan seluruhnya jalan baru. Ada yang tadinya bukan jalan nasional menjadi jalan nasional," papar dia.

Selain menambah panjang jalan, Kementerian Pekerjaan Umum juga mengaku melakukan peningkatan struktural, pelebaran jalan atau penguatan struktur jalan. "Lintas Sumatera jalannya tidak lebih dari 4 meter, sekarang 6 meter lebih," jelasnya.

Dalam kesempatan sama, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto menambahkan, pembangunan jalan disesuaikan dengan kebutuhan konektivitas nasional. "Pembangunan tidak hanya soal panjang jalan tapi menambah lajur, alias menambah kapasitas jalan. Oleh karena itu, jumlah panjang kilometer itu jangan jadi missleading," tambah dia. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Presiden SBY
  2. Tol
  3. Infrastruktur
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini