Menteri perdagangan: Mau tidak mau kita harus impor bahan pangan

Jumat, 12 Juli 2013 17:45 Reporter : Ardyan Mohamad
Daging Jelang lebaran. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris. Namun, Indonesia juga dikenal cukup rajin mendatangkan bahan pangan dari negara lain. Kebiasaan impor sudah sangat dekat dengan Indonesia. Apa penyebabnya?

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan beralibi, pemerintah mendatangkan bahan pangan impor karena ketersediaan pasokan di dalam negeri kurang. Dia mengklaim, sesungguhnya tidak suka jika harus terus-menerus membeli barang dari luar negeri. Namun, pemerintah seolah terpaksa melakukan impor karena kondisi yang mengharuskan.

Menurut Gita, kasus bawang merah dan cabe rawit yang harus impor lantaran panen mundur dua bulan sebagai imbas anomali cuaca. Selain itu, dia menyatakan bahwa rencana impor dari China dan Thailand bukan sesuatu yang mendadak, melainkan telah dirapatkan bersama Kementerian Pertanian sejak awal tahun.

"Kita sebetulnya berusaha agar tidak impor, tapi untuk beberapa bahan pangan ini mau tidak mau harus impor. Impor ini alokasi yang sudah ditentukan di awal tahun," ujarnya selepas rapat Ketahanan Pangan di Kantor Kementerian Perindustrian, Jumat (12/7).

Seperti daging sapi, Gita berjanji realisasi impor cabe rawit dan bawang harus dilaksanakan pengusaha sebelum Lebaran. Mendag mengklaim pertemuannya hari ini bersama 30 asosiasi usaha bidang pangan telah membuahkan jaminan bahwa pelaku usaha bertekad memperbanyak pasokan.

"Secara sekilas, semuanya sepakat, pelaku usaha mendukung upaya apapun ketahanan pangan," tandasnya.

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini berjanji mengurangi ketergantungan pada impor. Syaratnya, semua sektor pangan, dari bahan mentah hingga pangan olahan, pasokannya mencukupi di dalam negeri.

"Kita juga tidak mau ketergantungan terus pada impor. Saya sudah mengajak bicara para asosiasi usaha, kita sepakat produksi harus ditingkatkan," kata Gita.

Pemerintah sedang mengebut realisasi impor beberapa bahan pangan untuk mengatasi lonjakan harga jelang Lebaran. Untuk daging 3.000 ton diharapkan datang dari Australia akhir bulan ini.

Di sisi lain, komoditas bawang merah akan datang 16.781 ton pada pertengahan Juli, sebagai bagian dari total impor 19.000 ton yang sudah ditetapkan dari awal tahun. Cabe pun juga diimpor, direncanakan masuk 9.715 ton sebelum masuk Agustus buat menurunkan harga di pasaran yang terus melejit. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Ekspor Impor
  2. Gita Wirjawan
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.