Menteri Luhut Sebut Kondisi Indonesia Saat Ini Jauh Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Senin, 22 Juni 2020 15:04 Reporter : Anisyah Al Faqir
Menteri Luhut Sebut Kondisi Indonesia Saat Ini Jauh Lebih Baik Dibanding Negara Lain Luhut Panjaitan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal II-2020 perekonomian Indonesia bakal terkontraksi hingga negatif 3,8 persen.

Menanggapi itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kondisi Indonesia masih lebih baik dari negara lain yang juga mengalami resesi.

"Saya pikir kalau dibandingkan negara-negara lain," kata Luhut dalam Rapat Kerja di Badan Anggaran di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/6).

Luhut mengaku sudah berkali-kali berbicara tentang kondisi Indonesia di forum internasional seperti di World Bank. Dalam forum tersebut sebagai negara pasar berkembang (emerging market) Indonesia masih dianggap yang terbaik.

"Komentar dari World Bank kemarin, di antara emerging market itu Indonesia masih dianggap yang terbaik, baik makro maupun mikro, itu statement dari Ibu Victoria," tutur Luhut.

Ini terjadi berkat Indonesia berhasil menjaga keseimbangan investasi dengan berbagai negara. Terutama dengan negara di Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan China. "Saya kira hubungan dengan tiga negara ini sangat baik. Kita harus memelihara balance power antara Timur Tengah, China dan Amerika Serikat" kata Luhut.

1 dari 1 halaman

Tak Bisa Abaikan China

abaikan china rev1

Saat ini, investasi dari Abu Dhabi yang masuk ke Indonesia sebesar USD 20 miliar. Ini merupakan pertama kalinya Abu Dhabi menanamkan modalnya di Indonesia.

Kerja sama dengan China juga harus ditingkatkan. Sebab China menguasai perekonomian dunia hingga 18 persen.

"Kadang kita nyinyir liat China, tapi China itu 18 persen mengontrol ekonomi dunia, suka tidak suka kita enggak bisa ignore keberadaan dia," kata Luhut.

Begitu pun dengan Amerika Serikat yang menjadi lawan sengit China. Indonesia tetap menjalin kerja sama dengan cara memelihara hubungan baik dengan kedua negara tersebut.

"Kita harus memelihara dalam soft power antara bagaimana kita berhubungan dengan Timur Tengah, bagaimana dengan China, dan bagaimana dengan Amerika Serikat," kata Luhut mengakhiri. [idr]

Baca juga:
Bos BPS Beberkan Faktor yang Buat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Merosot Tajam
Bos BI : Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan II Lebih Rendah
Pemerintah Kerja Keras Agar Ekonomi RI Kembali ke 5 Persen di 2021
Wapres Ma'ruf Akui Ekonomi Indonesia Melambat Karena PSBB
Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih di 2021
Harapan Pengusaha di Usia Jakarta ke-493 Tahun: Ekonomi Bisa Pulih

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini