Menteri Jonan Target Penggunaan BBM untuk Pembangkit Listrik Turun Jadi 0,4 Persen

Rabu, 20 Februari 2019 16:00 Reporter : Merdeka
Menteri Jonan Target Penggunaan BBM untuk Pembangkit Listrik Turun Jadi 0,4 Persen Menteri Jonan di Gardu Induk PLN Gandul. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada sektor kelistrikan diproyeksikan menurun pada 10 tahun ke depan, dari 5 persen menjadi 0,4 persen. Hal ini tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Ketenagalistrikan (RUPTL) 2019-2028.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, penggunaan BBM pada sektor kelistrikan akan terus dikurangi, seiring dengan target bauran energi sektor kelistrikan ke depannya. Sebab BBM merupakan energi yang harganya mahal dan tidak ramah lingkungan.

"BBM jadi 0,4 persen. Sekarang kan kira-kira masih 4-5 persen," kata Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/2).

Jonan mengungkapkan, untuk menurunkan konsumsi BBM dalam memproduksi listrik, akan dilakukan penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan pembangkit lain yang biaya produksi listriknya lebih murah.

‎"Penting sekali bahwa PLTD PLN diganti dengan BBN tentunya tidak termasuk BBM. Kalau BBN kan Bahan Bakar Nabati (BBN)," tutur Jonan.

Selain itu, untuk mengurangi penggunaan BBM ada pilihan dengan menarik jaringan PLN ke wilayah yang sebelumnya mendapat pasokan listrik dari PLTD. Alternatif tersebut akan dipilih sesuai dengan efektivitas pengurangan BBM.

‎"Bisa dua, bisa pembangkit baru atau jaringan tergantung mana yang efisien, bisa pembangkit PLTS, bisa gas," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini