Menteri Jonan Pantau Langsung Aktivitas Gunung Bromo: Tak Ada yang Mengkhawatirkan

Selasa, 8 Januari 2019 10:23 Reporter : Merdeka
Menteri Jonan Pantau Langsung Aktivitas Gunung Bromo: Tak Ada yang Mengkhawatirkan Menteri Jonan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan memantau langsung aktivitas vulkanik Gunung Bromo, dengan mendatangi pos pengamatan gunung api di Kabupaten Probolinggo‎, Jawa Timur.

Dari hasil pengamatan langsung secara visual, sesmik dan deformasi, Jonan mengatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Bromo ‎tidak mengkhawatirkan, meski saat ini berstatus level II atau waspada.

"Aktivitas vulkanisnya tidak ada yang mengkhawatirkan kalau lihat datanya data analog dan digital tidak ada yang dikhawatirkan," kata Jonan, di Pos Pemantauan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (8/1).

Menurut Jonan, dengan status waspada, maka jarak aman untuk masyarakat ‎adalah radius 1 kilometer (Km) dari kawah, sedangkan pihak yang bisa memasuki melewati batas 1 Km adalah petugas vulkanologi atau pengamat gunung api.

"Jarak aman dari kawah 1 Km tidak boleh dimasuki, tapi bisa dimasuki untuk petugas vukanologi, kalau di luar karena masyarakat umum kurang aman," tuturnya.

Gunung Bromo Secara administratif terletak di empat kabupaten di provinsi Jawa Timur yaitu Kabupaten Probolinggo di sebelah utara, Kabupaten Malang di sebelah Selatan, kabupaten Lumajang di sebelah timur dan Kabupaten Pasuruan di sebelah Barat. Sedangkan secara geografis terletak di 07° 56’ 30” LS dan 112° 57’ BT.

Gunung Bromo merupakan gunung api aktif bertipe kerucut slinder dalam kaldera dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Kerucut ini tercatat sebagai salah satu gunung api yang sering mengalami erupsi dari 129 gunung api aktif di Indonesia.

Tenggang waktu antara satu erupsi dengan erupsi lainnya terjadi kurang dari satu tahun sampai dengan 16 tahun, sejak pertama kali tercatat tahun 1804. Sebelum tahun tersebut gunung api ini bukan tidak pernah mengalami erupsi, tetapi pencatatan erupsinya baru dimulai pada tahun 1804 oleh Belanda. Setidaknya sampai tahun 2016 sudah mengalami erupsi sebanyak 56 kali.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini