KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Menteri Jonan kumpulkan PLN dan pengusaha bahas rencana penurunan harga batu bara

Kamis, 14 September 2017 10:10 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Ignasius Jonan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berencana mengumpulkan pemangku kepentingan terkait rencana penurunan harga baru bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO). Menteri Jonan berharap mendapatkan titik temu yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak.

"Untuk sampai pada satu keputusan, terlebih dahulu Menteri ESDM akan mendengar masukan kedua belah pihak yang berkepentingan, yaitu PT PLN, perusahaan pembangkit (IPP), dan perusahaan penghasil batu bara," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/9).

Menteri Jonan menegaskan sejauh ini pemerintah belum mengambil keputusan apa pun terkait hal tersebut. Wacana harga khusus batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (DMO) khususnya untuk pembangkit listrik adalah usul PT PLN kepada Menteri ESDM, dalam rangka upaya mewujudkan tarif listrik yang makin terjangkau oleh masyarakat luas.

"Kementerian ESDM belum membahas dan membicarakan usulan tersebut," ucapnya.

Menteri Jonan menambahkan tarif listrik yang makin terjangkau oleh masyarakat harus menjadi kepedulian semua pihak. Namun, untuk mewujudkannya, harus tetap memperhatikan kelangsungan usaha dalam bentuk harga energi primer yang fair dan mendukung sustainabilitas industri terkait.

Menteri Jonan juga mengatakan bahwa harga energi primer untuk pembangkit listrik adalah salah satu komponen penentu tarif listrik. "Masih ada sejumlah komponen penentu tarif lainnya yang bisa diefisienkan oleh PT PLN untuk menghasilkan biaya produksi yang makin kompetitif dan tarif listrik yang makin terjangkau oleh masyarakat luas."

Seperti diketahui, rencana penurunan harga ini membuat sejumlah saham emiten batu bara berguguran. Penurunan terdalam dialami emiten pelat merah, PT Bukit Asam (PTBA). Di mana sahamnya turun sekitar 17 persen ke Rp 10.075 per saham.

Rencananya, patokan harga batubara DMO untuk PLTU di Indonesia ditetapkan sebesar biaya produksi ditambah margin yakni 15 persen sampai 20 persen. Rencana ini diusulkan agar harga batubara tidak lagi mengikuti harga pasar dan membuat tarif listrik stabil.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.