Menteri Jonan Dorong PLTD Milik PLN Gunakan Bahan Bakar CPO

Selasa, 2 April 2019 15:06 Reporter : Merdeka
Menteri Jonan Dorong PLTD Milik PLN Gunakan Bahan Bakar CPO Ignasius Jonan. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menargetkan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi dua bahan bakar atau hybrid dalam dua tahun ke depan.

Saat ini, ada 1.800 Mega Watt (MW) PLTD yang dioperasikan PT PLN (Persero), dalam dua tahun, pembangkit tersebut bahan bakarnya akan dikolaborasikan (hybrid) menggunakan gas atau Energi Baru Terbarukan (EBT).

"PLN kan operasikan 1.800 MW diesel kecil-kecil. Dua tahun ini bikin hybrid, mungkin pakai PLTG dan PLTS," kata Jonan dalam sebuah seminar di Kawasan Bisnis Sudirman, Jakarta, Selasa (2/4).

Jonan melanjutkan, selain menerapkan sistem hybrid, sebagian pembangkit diubah bahan bakarnya yang semula menggunakan solar menjadi minyak kelapa sawit. "CPO, atau yang kedua, minyak dieselnya ini diganti CPO. Jadi pembangkit listrik pakai minyak sawit. Enggak usah diolah," tuturnya.

PLN pun sedang mengalihkan pemakaian bahan bakar keempat ‎pembangkit listrik menjadi menggunakan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Hal ini merupakan upaya mengurangi penggunaan energi fosil pada sektor ketenagalistrikan.

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan, empat pembangkit yang menjadi pelopor pengalihan pemakaian bahan bakar ke CPO sedang tahap uji coba.

Pembangkit tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Batakan 50 Megawatt (MW) di Balikpapan, Kalimantan Timur, PLTD Supa di Pare-Pare dengan kapasitas 62 MW dan PLTD Kanaan di Bontang Kalimantan Timur berkapasitas pembangkit listrik sebesar 10 MW, dan‎ Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)‎ PLTMG Jayapura dengan kapasitas 10 MW di Papua.

Menurut Syovfi, untuk mengalihkan bahan bakar pembangkit listrik tersebut, PLN harus memodifikasi pembang‎kit dan mengubah beberapa komponen. Namun tak disebutkan nilai investasi yang dibutuhkan untuk peralihan penggunaan bahan bakar tersebut. "Ada investasi baru, tapi saya lupa angkanya berapa," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini