Menteri Investasi Sebut Komplek Petrokimia Mulai Dibangun Usai Mangkrak 5 Tahun

Sabtu, 8 Januari 2022 10:14 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menteri Investasi Sebut Komplek Petrokimia Mulai Dibangun Usai Mangkrak 5 Tahun Bahlil Lahadalia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, menandatangani Nota Kesepahaman dengan Lotte Chemical Corporation (LCC). Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Investasi/BKPM dalam mendukung PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) agar dapat merealisasikan rencana investasinya.

Lewat MoU ini, Bahlil memastikan PT LCI dapat merealisasikan rencana investasinya, khususnya dalam pembangunan kompleks petrokimia berupa naphtha cracker senilai USD4 miliar yang berlokasi di Kota Cilegon, Banten. Kompleks petrokimia yang sempat mangkrak tersebut dikenal sebagai Lotte Chemical Indonesia New Ethylene Project atau LINE Project.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa rencana investasi PT LCI sebesar USD4 miliar ini merupakan bagian dari total investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun yang menjadi tugas khusus Kementerian Investasi/BKPM dari Presiden RI Joko Widodo untuk diselesaikan.

“Ini sudah mangkrak 4-5 tahun. Melalui investasi ini, pasti neraca perdagangan akan semakin membaik, dan ini juga akan mendatangkan devisa, serta menyediakan lapangan kerja yang maksimal,” ujar Bahlil dalam pernyataannya, Sabtu (8/1).

Bahlil menjelaskan, bahwa Indonesia ke depan akan mendorong investasi yang berkualitas, salah satunya adalah melakukan transformasi ekonomi melalui hilirisasi. Industrialisasi adalah bagian terpenting dalam melahirkan produk-produk substitusi impor. Oleh karena itu, Bahlil memberikan apresiasi kepada PT LCI, dimana produk hilirisasi ini akan melahirkan produk substitusi impor.

2 dari 2 halaman

Proyek Ini Jadi Batu Loncatan

Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia, Park Tae-sung menyampaikan, bahwa investasi yang dilakukan Lotte Chemical ini akan menjadi pendorong bagi mitra kerja sama lainnya untuk melakukan investasi berkelanjutan. Rangkaian investasi tersebut dapat menjadi “batu loncatan” bagi Indonesia untuk menjadi pusat industri petrokimia di kawasan ASEAN.

“Saya harap Bapak Menteri Investasi berkenan mengawal terus proyek ini agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal. Untuk itu, kita perlu membenahi bersama kebijakan yang dapat mendukung dan meningkatkan daya saing global. Saya juga meminta dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perindustrian yang hadir hari ini,” ujar Park.

Sebagai informasi, proyek LINE direncanakan akan mulai tahap konstruksi pada tahun 2022 ini dan mulai beroperasi pada tahun 2025 mendatang. Target produksi proyek ini untuk menghasilkan 1 juta ton ethylene, 520.000 ton propylene, 250.000 ton polypropylene per tahun. [ags]

Baca juga:
Peluang Indonesia Battery Corporation Akuisisi StreetScooter Sudah Tertutup
Menteri Bahlil Bocorkan Trik Pengusaha agar Izin Tak Dicabut Pemerintah
BKPM: Mencabut 2.079 Izin Tambang Bukan Perkara Mudah, Butuh 6 Bulan untuk Verifikasi
Izin Usaha Pertambangan Dicabut, Apakah Perusahaan Sama Bisa Dapat Lagi?
Menteri Bahlil: Izin Usaha Tambang Dicabut Pemerintah 2.078 dari Total 5.490
Tak Hanya Tambang, Pemerintah Bakal Cabut Izin Usaha Kehutanan Seluas 3 Juta Hektare
Menteri Bahlil: Pencabutan 2.078 Izin Tambang Tak Melihat Siapa yang Punya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini