Menteri Ignasius Jonan, Satu-Satunya Menteri Keluar Masuk Kabinet

Kamis, 10 Oktober 2019 06:45 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Menteri Ignasius Jonan, Satu-Satunya Menteri Keluar Masuk Kabinet Ignasius Jonan. Fikri Faqih©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi tak lama lagi akan segera selesai. Banyak cerita selama lima tahun pemerintahan ini berjalan.

Salah satunya keputusan Jokowi yang kerap bongkar pasang menteri Kabinet Kerja. Dari sejumlah menteri, Ignasius Jonan menjadi satu-satunya menteri yang sempat keluar masuk kabinet. Berikut ulasan tentang Jonan, menteri yang keluar masuk kabinet:

1 dari 4 halaman

Ditunjuk Jadi Menteri Perhubungan

Awal pemerintahan 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Ignasius Jonan sebagai menteri perhubungan. Pemilihan ini sempat dihubung-hubungkan dengan viralnya foto Jonan tengah tidur lelap meringkuk di bangku kereta api ekonomi.

Sebelum menjabat Menteri Perhubungan, Jonan merupakan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Di tangan Jonan KAI mengalami reformasi besar.

"Dia Dirut KAI, manajer profesional dalam sektor transportasi publik, sering tidak pulang, sering tidur di kereta api, tapi nanti di pesawat terbang dan kapal laut," ujar Jokowi saat pertama kali memperkenalkan singkat profil Jonan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014).

2 dari 4 halaman

Direshuffle

Sayangnya, posisi Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan hanya bertahan 2,5 tahun. Pada Juli 2016 Presiden Jokowi memutuskan untuk mengganti Jonan dari jabatan menhub.

Kemudian kursi menhub diisi oleh mantan Dirut Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi. Jonan menerima keputusan Jokowi. Dia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung dia selama memimpin di Kementerian Perhubungan.

"Tepat hari ini saya 21 bulan (menjabat), saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat, bangsa, negara, mitra di komisi V terutama terhadap presiden dan wakil presiden yang telah mempercayakan penugasan," kata Jonan kala itu.

3 dari 4 halaman

Jonan Tak Setuju Rencana Proyek Jokowi

Keputusan Presiden Jokowi mencopot Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan menjadi perbincangan publik. Sebab Jonan dinilai dianggap berprestasi dalam membenahi transportasi, salah satunya kereta api.

Jokowi tak memberikan alasan gamblang soal pencopotan Jonan. Kabar berembus jika Jonan dicopot lantaran menolak proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang digagas pemerintah.

Menurut Jonan, jarak Jakarta-Bandung terlalu pendek untuk perjalanan dengan kualitas kereta cepat. Hal berbeda jika kereta cepat melayani rute jarak jauh semisal Jakarta- Surabaya.

Jonan menjelaskan, Jakarta-Bandung hanya memiliki jarak 150 Kilometer (Km), dan sepanjang jalur rencananya akan dibangun lima hingga delapan stasiun. Sehingga antar stasiun memiliki jarak sekitar 30 Km.

"Sekarang lihat kereta cepat itu akselerasinya dari 0 ke 300 Km itu butuh berapa waktu? Kalau Jakarta-Bandung itu total butuh 40 menit, berarti intervalnya tiap stasiun berapa? Kalau lima stasiun 8 menit. Kalau 8 menit antar stasiun, apa bisa dari velositas 0 sampai 300, saya kira enggak bisa," jelas Jonan 3 September 2015 lalu.

4 dari 4 halaman

Dipercaya Jadi Menteri ESDM

Setelah sempat tersingkir dari Kabinet Kerja, pada tahun 2016 Ignasius Jonan kembali bergabung dalam pemerintahan. Presiden Jokowi menunjuk Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Arcandra Tahar.

Saat itu Jonan dipasangkan dengan Arcandra sebagai wakilnya. Jonan mengaku bersyukur masih dipercaya dalam Kabinet Kerja. Hingga saat ini Jonan masih bertahan sebagai Menteri ESDM. [dan]

Baca juga:
Menteri Jonan Minta PLN Lebih Kreatif Jualan Listrik guna Tingkatkan Konsumsi
Pemerintah Bakal Batasi Pembangunan PLTU, Ini Alasannya
Menteri Jonan: Rasio Elektrifikasi Salah Satu Prestasi Pemerintah Jokowi Periode I
Menteri Jonan Beri Penghargaan Subroto 2019, Ini Daftar Pemenangnya
Waspada Ancaman Pemanasan Global, Menteri Jonan Bakal Genjot Pengembangan EBT

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini