Menteri Erick: Kita Negara Agraris Tapi Impor Terus

Selasa, 19 Oktober 2021 10:49 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menteri Erick: Kita Negara Agraris Tapi Impor Terus Erick Thohir tinjau pemanfaatan lahan kosong di sebuah masjid di Bandung. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mewanti-wanti jajaran direksi BUMN klaster pangan guna membangun ekosistem industri pangan yang baik. Dia juga menyebut bahwa sektor pangan ini termasuk yang kompleks.

Menteri Erick mengatakan sektor pangan akan menjadi fokus utama transformasi untuk akhir tahun ini hingga tahun depan. "Pangan ini sangat kompleks kita negara agraris tapi impor terus. Ini saya tak bicara retailnya ya, itu mungkin 30 persen dari total tenaga kerja di Indonesia," katanya dalam puncak HUT ke 57, RNI, Selasa (19/10).

"Kalau 30 persen ini miskin, kita sebagai yang memegang amanah sangat berdosa," katanya.

Atas keadaan tersebut, Menteri Erick menyinggung jajaran direksi khususnya di sektr pangan untuk bisa membangun ekosistem pangan yang baik.

"Karena itu saya mengetuk bapak-bapak direksi komisaris yang khususnya yang bergabung di RNI pangan, saya tidak minta ibu bapak sempurna, tapi empatinya, empatinya harus terus kita perbaiki sehingga kita jadi ekosistem yang baik, tidak ada lagi raja-raja kecil," tuturnya.

Ke depannya, Menteri Erick mengaku akan terus memantau perkembangan di sektor pangan yang dijalankan BUMN klaster pangan. "Wong (perusahaan) swasta-nya mau kerja sama, masa diantara kitanya sulit. Saya akan sangat memantau pangan," katanya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

menteri erick: kita negara agraris tapi impor terus

Dia juga menyinggung, bahwa kinerja BUMN Klaster pangan ini belum sepenuhnya jadi ekosistem. "Banyak dari para masyarakat kita, petani, perkebunan peternak di bawah harus kehilangan tanahnya, pendidikan keluarganya tak terjadi, sedangkan kita di kota-kota besar begitu kekurangan ini tinggal beli," tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Erick meminta untuk RNI menjadi supply chain yang berorientasi pada pasar, dan tidak menjadi stabilisator. Sebab, stabilisator sudah ada menjadi tugas Bulog.

"Allah SWT sudah berikan sumber daya alam kita yang luar biasa, market yang besar, apalagi kalau sinergi BUMNnya bangun," tambahnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Wujudkan Ketahanan Pangan, RNI Luncurkan Produk Anyar
Erick Thohir: Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN Punya 3 Pilar Utama
DPR Soal Usulan Politikus Golkar: Kementerian BUMN Masih Dibutuhkan
Kejar Target Erick Thohir, Holding PTPN III Gencar Pasok Bibit Tebu ke Petani
Dikritik Jokowi dan Minta Disetop, Berikut Fakta-Fakta PMN untuk BUMN
Penyebab Beberapa Perusahaan BUMN Ditutup
Mengupas Skema Penyelamatan Proyek Kereta Cepat Hingga Risikonya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini