Menteri Edhy Larang Penebangan Hutan Mangrove Untuk Tambak Budidaya

Kamis, 16 Juli 2020 17:34 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menteri Edhy Larang Penebangan Hutan Mangrove Untuk Tambak Budidaya Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kunjungan kerja di Banyuwangi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian alam, meski kementeriannya sedang gencar mengembangkan sektor perikanan budidaya, khususnya komoditas udang. Komitmen ini dibuktikan dengan tidak ada lagi penebangan hutan mangrove untuk dialihfungsikan menjadi kawasan tambak budidaya.

"Pasti akan ada isu lingkungan karena kami sedang gencar mengembangkan budidaya. Tapi saya jamin, ke depan tidak ada lagi pembabatan hutan mangrove. Justru kami akan menanami mangrove," ujar Menteri Edhy dalam siaran persnya, Kamis (16/7).

Dia meyakini tidak ada lagi pembabatan hutan mangrove karena saat ini sudah ada inovasi cara budidaya, di mana penerapannya tidak membutuhkan lahan yang begitu luas namun hasil panennya melimpah. Inovasi ini dikenal dengan sistem intensifikasi yang saat ini sedang digalakkan KKP.

Tambak udang vaname dengan sistem intensifikasi sudah banyak di Indonesia. Gambaran hasil produksinya, satu hektare tambak udang vaname bisa menghasilkan hingga 10 hingga 15 ton setiap kali panen.

Menurut Menteri Edhy, sistem intensifikasi lebih produktif dibanding tambak yang pengerjaannya secara tradisional. "Kalau dulu itu 10 hektare lahan dapatnya hanya 1 ton. Tapi sekarang 1 hektare lahan bisa menghasilkan 10 sampai 15 ton udang. Dan ini sudah terbukti di banyak tempat di Indonesia," urainya.

Baca Selanjutnya: Alasan Pengembangan Budidaya Udang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini