Menteri Edhy Ingin Penenggelaman Kapal Jadi Efek Jera Bukan Solusi

Selasa, 19 November 2019 14:43 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menteri Edhy Ingin Penenggelaman Kapal Jadi Efek Jera Bukan Solusi Menteri Edhy Prabowo. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pemerintah masih akan melanjutkan penenggelaman kapal pencuri ikan atau kapal ilegal. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan ke dunia bahwa Indonesia tidak tidur dalam menjaga lautan.

"Kita menjaga laut kita. Kalau memang harus ditenggelamkan, kita juga siap menenggelamkan. Intinya kalau mereka ketahuan nyuri terus lari ya kita tenggelamkan," ujarnya di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (19/11).

Meski demikian, penenggelaman kapal tidak boleh menjadi patokan penyelesaian seluruh masalah kelautan dan perikanan. Dia menegaskan penenggelaman kapal hanya menjadi efek jera untuk menjaga laut Indonesia agar pencuri ikan tak berani kembali.

"Cuma jangan membuat jargon tenggelamkan adalah segala-galanya dalam mengatasi masalah negara ini, gitu loh. Saya ingin ini menjadi suatu efek jera. Tapi kan setelah efek jera harus ada pemanfaatan. Ini yang kita mau," jelasnya.

Dia menambahkan, penjaga laut Indonesia harus disegani oleh nelayan sendiri dan ditakuti oleh nelayan pencuri ikan kapal asing. "Enggak ada penenggelaman dihentikan. Masa saya mau membiarkan pencuri asing masuk. Penjaga kapal kita, penjaga laut kita, harus disegani sama nelayan kita sendiri, tapi ditakuti oleh nelayan pencuri asing," tandasnya.

1 dari 2 halaman

Pembinaan Nelayan

Edhy memastikan akan kembali meneruskan kebijakan kontroversial yang pernah dilakukan oleh Susi Pudjiastuti dalam upaya penenggelaman kapal asing atau ilegal fishing. Hanya saja keputusan itu nantinya akan diberikan sepenuhnya kepada pengadilan apakah akan ditenggelamkan atau justru lainnya.

"Penenggelaman kapal itu tetap kita akan lakukan kalau memang ada siapa pelanggarnya. Tapi kalau kemudian kita tangkap kita kejar masa harus kita tenggelamkan, wong dia sudah nyerah. Kan pengadilan urusannya. Menenggelamkan kapal pun harus keputusan pengadilan," katanya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (18/11).

Dia menegaskan, tidak takut menenggelamkan kapal sebanyak apapun. Hanya saja tujuan akhirnya harus jelas. Karena menurut dia, ada yang lebih penting selain melakukan penenggelaman kapal-kapal tersebut.

"Kedaulatan nomor 1 harga diri bangsa nomor 1. Tapi kalau jargon penenggelaman kapal terus yang kita lakukan, sementara pembinaan kepada nelayan dan pembudidaya ikan kita juga tidak ada, tidak jalan tidak ada gunanya," katanya.

"Makanya saya tidak menampikan yang sudah ada saya menghormati dan mendukung apa yang baik di menteri saya sebelumnya. Membangun industri perikanan dengan tidak meninggalkan para nelayan kecil kita akan ajak bareng," sambung dia.

2 dari 2 halaman

29 Kapal Asing di Pengadilan

Saat ini terdapat sekitar 29 kapal asing yang tengah berada di pengadilan. Apabila memang keputusan pengadilan tinggi menentukan untuk dimusnahkan, maka mau tidak mau kapal tersebut dimusnahkan. Namun tak menutup kemungkinan juga kapal-kapal itu nantinya akan dihibahkan kepada nelayan.

"Kita harus data semuanya karena ada yang hasil pengadilannya untuk dimusnahkan nah dimusnahkannya masih mungkin tidak, kalau lebih masih bagus untuk disita negara kemudian kita reparasi untuk diserahkan ke nelayan atau koperasi atau siapa wilayah-wilayah yang paling banyak dicuri ikannya ya dikembalikan ke daerah itu," sebutnya. [azz]

Baca juga:
Menteri Edhy Bakal Panggil Semua Pihak Bermasalah di Reklamasi Teluk Jakarta
Menteri Edhy Buka Opsi Lelang atau Hibahkan Kapal Asing Ilegal Pencuri Ikan
Gerindra Bela Menteri Edhy Prabowo Batasi Penenggelaman Kapal
Menteri Edhy Sebut Penenggelaman Kapal Harus Dibarengi Pembinaan Nelayan
Menteri Edhy Pastikan akan Segera Lantik 151 Eselon di KKP
Menteri Edhy Sebut KKP Selama Ini Tak Jalin Hubungan Baik dengan Pengusaha

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini