Menteri Basuki Yakin Pembebasan Lahan Adat Jembatan Holtekamp Bisa Diselesaikan

Selasa, 2 April 2019 09:40 Reporter : Merdeka
Menteri Basuki Yakin Pembebasan Lahan Adat Jembatan Holtekamp Bisa Diselesaikan Menteri PUPR di Jembatan Holtekamp. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono coba tak ambil pusing terkait kendala pembebasan tanah ulayat dalam proyek Jembatan Holtekamp di Papua. Menurutnya, perkara tersebut dapat diselesaikan dengan mengajak diskusi masyarakat adat setempat sebagai langkah awal.

"Saya kira di mana-mana tentang pembebasan lahan pasti ada pernak-perniknya. Itu bukan masalah, harus ada dialog untuk mencapai kesepakatan," ujar dia di Jembatan Holtekamp, Papua, seperti dikutip Selasa (2/4).

Dia menyatakan, proses pembebasan tanah ulayat ini bukan masalah besar, sebab pengerjaan Jembatan Holtekamp hingga kini masih terus bisa berjalan. "Saya tidak khawatir, karena ini pekerjaan bisa jalan terus. Hanya sedang dalam dialog dengan masyarakat tentang penyelesaian tanah ulayat itu," sambung dia.

Sebagai informasi, konstruksi Jembatan Holtekamp tinggal menyisakan jalan akses sepanjang 7 km menuju Skouw dengan progres 74,49 persen. Proyek ini target selesai pengerjaannya dan bisa diresmikan pada Juli 2019.

Proses konstruksi jembatan telah dimulai sejak 2015 lewat kolaborasi BUMN Karya. PT PAL Indonesia merakit dua box baja pelengkung bentang utama jembatan di Surabaya, untuk kemudian pengerjaan lapangan dilakukan tiga kontraktor, yakni PT PP (Persero), PT Hutama Karya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).

Proyek jembatan ini total menghabiskan dana sekitar Rp 1,87 triliun, dengan sokongan dana khusus APBN dari Kementerian PUPR senilai Rp 1,3 triliun.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini