Menteri Basuki: Cuaca Panas Jadi Tantangan Pengerjaan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste

Senin, 20 Mei 2019 13:37 Reporter : Merdeka
Menteri Basuki: Cuaca Panas Jadi Tantangan Pengerjaan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste Menteri PUPR tinjau proyek jalan perbatasan RI-Timor Leste. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau langsung proyek pengerjaan Jalan Perbatasan RI-Timor Leste di Nusa Tenggara Timur (NTT) atau yang dikenal dengan istilah jalur Sabuk Merah.

Kegiatan itu dilakukannya sebelum menghadiri prosesi peresmian Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin siang ini.

Pada kesempatan tersebut, dia mengatakan, proses pengerjaan jalan perbatasan sebenarnya tak banyak menemui hambatan. Namun, dia menganggap cuaca panas di langit Pulau Timor sedikit menjadi tantangan bagi pekerja di sana.

"Saya lihat ini tantangannya paling panas. Cuacanya saja. Kalau material di sini banyak material. Malah cuaca panas mungkin lebih banyak dari pada cuaca hujan. Tantangannya cuman panas," ujar dia di Kabupaten Belu, NTT, Senin (20/5).

Sebagai informasi, proyek jalan perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste ini terbagi dalam dua sektor, yakni Sabuk Merah Sektor Timur sepanjang 179,9 km dan Sabuk Merah Sektor Barat dengan panjang sekitar 130,88 km.

Jalur yang membentang dari Motaain ke Motamasin ini seluruhnya telah berhasil tembus dan menyisakan proses pengaspalan. Hingga akhir 2018, total panjang jalan yang sudah teraspal mencapai 85 km. Untuk tahun ini, ditargetkan ada tambahan jalan yang teraspal sekitar 46 km.

Menteri Basuki menuturkan, cuaca panas di atas langit Belu turut menyebabkan sungai di kawasan tersebut menjadi kering. Itu lantaran sungai di Pulau Timor berkarakteristik intermittent (episodik), atau sungai yang mengering pada saat musim kemarau. Bukan jenis sungai perennial (permanen) yang sebut airnya tetap sepanjang tahun.

"Sungai-sungainya muda, jadi dia liar. Pindah-pindah. Dan ini kalau musim kering jadi jalan, musim hujan jadi banjir. Ini karakteristik sungai di Timor ini. Sehingga teman-teman pekerja harus hati-hati kalau musim hujan. Parkir aja mobil di sini (tengah sungai yang mengering), tau-tau terkena arus," dia menandaskan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini