Menteri Basuki Akui Pembangunan Tol Trans Sumatera Terkendala Pendanaan

Selasa, 7 Juli 2020 15:02 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menteri Basuki Akui Pembangunan Tol Trans Sumatera Terkendala Pendanaan Basuki Hadimuljono. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui pembangun infrastruktur tol Trans-Sumatera saat ini alami kendala yaitu terkait pendanaan. Sebab kata Basuki untuk merampungkan tol sepanjang 2.878 kilometer tersebut membutuhkan anggaran Rp500 triliun.

"Kalau di Tol Sumatera tidak ada kendala lahan, hanya pendanaan. Jadi kalo untuk seluruhnya tadi 2.878 km dibutuhkan anggaran Rp500 triliun," kata Basuki usai rapat terbatas di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Dia menjelaskan terkait pendanaan, perbankan sudah berkomitmen untuk berinvestasi Rp72,2 triliun, kemudian dukungan pemerintah Rp21,6 triliun. Selanjutnya penyertaan modal negara (PMN)ke Hutama Karya sudah ditugaskan Rp19,6 triliun.

"Total jadi ada Rp113 triliun yang sudah committed, termasuk yang sudah operasi tadi sepanjang 393 km. Sehingga masih dibutuhkan anggaran Rp387 triliun untuk menyelesaikan seluruhnya," imbuhnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi telah meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Thohir mencari solusi untuk menutupi kekurangan dana. Salah satu opsinya yakni, dengan menerbitkan surat utang yang dijamin pemerintah.

"Ini ada beberapa option, beliau-beliau akan merumuskan apakah dengan mengeluarkan bond jangka panjang. Kalau bond jangka panjang pasti dengan jaminan pemerintah. Ini khususnya untuk jalan tol sumatera hanya pada pendanaan saja," jelas Basuki.

Selain itu, ada juga opsi untuk memanfaatkan Sovereign Wealth Fund (SWF). Basuki menuturkan skema pendanaan SWF masih digodok oleh pemerintah.

Dia menjelaskan untuk tol Sumatera memiliki panjang 2800 kilometer terdiri dari backbone dari Bakauheni-Banda Aceh, dan bagian lain dari Bengkulu, Palembang, Padang, Medan, Sibolga, Pekanbaru. Sedangkan kata Basuki saat ini sudah terbangun dan beroprasi yaitu 393 kilometer. Kemudian dalam konstruksi memiliki panjang 1194 kilometer hingga saat ini sudah mencapai target 41 persen.

"Targetnya kita ingin selesaikan sampai dengan 2024," kata Basuki.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini