Menteri Bambang Cerita Masa-masa Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 7,5 Persen

Rabu, 24 Juli 2019 12:08 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menteri Bambang Cerita Masa-masa Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 7,5 Persen Menteri Bambang Soal Pertumbuhan Ekonomi. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, membeberkan kondisi pasang surut pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun. Menurut dia, capaian pertumbuhan ekonomi saat ini justru mengalami perlambatan dibandingkan era 60-an.

Jika berkaca pada periode 1968-1979 rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat itu mencapai sekitar 7,5 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh komoditas minyak dan gas. Bahkan pada masa itu, Indonesia sempat dijuluki raja minyak dengan kapasitas produksi mencapai di atas 1 juta per barel per hari.

"Pada saat itu, ekonomi Indonesia tidak lagi bertumpu pada sumber daya alam semata (seperti saat ini.) Pada saat 7,5 persen masih bertumpu minyak dan gas," kata Menteri Bambang di Jakarta, Selasa (24/7).

Setelah melewati puncak kejayaannya, perlahan harga minyak mulai turun yang kemudian membuat ekonomi Indonesia melakukan penyesuaian. Sejak periode 1980-1996 pemerintah memutar otak dengan tidak mengandalkan minyak sebagai tumpuan, akan tetapi juga mengarah pada SDA lain seperti kayu dan manufaktur.

"Artinya kalau Indonesia bisa bertumpu pada manufaktur dan SDA bisa luar biasa. Rata rata pertumbuhan saat itu 6,4 persen," katanya.

Menteri Bambang menambahkan, semakin ke sini justru Indonesia kembali pada kebiasaan lama yakni bertumpu pada komoditas. Sebab ketika ekonomi bergantung pada sawit dan batubara hasilnya rata-ata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2000-2018 hanya 5,3 persen.

"Kita patut concern bahwa Indonesia ini sedang mengalami tren penurunan atau perlambatan pertumbuhan ekonomi. Terus terang tidak akan pernah terulang lagi pertumbuhan di atas itu, ini masih menjadi nostalgia susah untuk kembali ke angka tersebut," pungkas Menteri Bambang. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini