Menteri Bahlil Sebut Ada Peluang Investasi Rp 144 T UEA untuk Bangun Ibu Kota Baru

Kamis, 11 November 2021 12:44 Reporter : Merdeka
Menteri Bahlil Sebut Ada Peluang Investasi Rp 144 T UEA untuk Bangun Ibu Kota Baru Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia memperkirakan, Uni Emirat Arab (UEA) bakal ikut mendanai proyek ibu kota negara (IKN) atau ibu kota baru lewat gelontoran investasi senilai USD 10 miliar, atau setara Rp 144 triliun (kurs Rp 14.400 per USD).

Menteri Bahlil menyebut, jumlah itu merupakan bagian dari komitmen investasi Uni Emirat Arab ke Indonesia dengan total nilai mencapai USD 44,6 miliar, atau setara Rp 642,2 triliun.

"Menyangkut IKN, dari USD 44,6 miliar itu ada USD 10 miliar yang akan masuk di INA, totalnya USD 18 miliar. USD 8 miliar itu sudah clear di sekitar apa saja, USD 10 miliarnya masih tentatif untuk dimasukkan ke IKN," jelas Menteri Bahlil dalam sesi teleconference, Kamis (11/11).

Namun, dia menyampaikan, Pemerintah UEA masih harus melakukan komunikasi yang sangat intens dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan untuk bagaimana bisa mengalokasikan investasi mereka selain untuk di IKN.

"Angkanya berapa belum kita sepakati. Tetapi dari USD 44,6 miliar ini yang memungkinkan masuk ke IKN dalam USD 10 miliar itu, itu yang masih longgar sekali. Yang lain sudah ter-breakdown. Tetapi di luar angka ini ada juga yang kita lagi komunikasikan," urainya.

2 dari 2 halaman

Pembicaraan Detail Investasi Dilakukan Sore ini

investasi dilakukan sore ini

Menurut dia, Pemerintah RI saat ini sedang memetakan secara detail, ke mana saja investasi UEA USD 44,6 miliar itu akan dialokasikan. Menteri Bahlil mengatakan, Kamis sore ini dirinya akan menggelar rapat dengan Menko Luhut dan tim dari UEA, untuk membicarakan lagi bagian-bagian mana saja yang mereka berminat untuk investasi.

"Tetapi secara umum, pertama adalah beberapa fasilitas gedung mereka mau. IT juga mereka mau, kemudian beberapa kawasan industri hijau. Ini secara umum. Detailnya beri saya waktu sekitar 2-3 minggu baru saya sampaikan," ungkapnya.

Menteri Bahlil lantas coba meyakinkan, bahwa UEA kelak akan mengalokasikan nilai investasi lebih dari apa yang sudah dikomitmenkan di awal, khususnya untuk proyek IKN. Bocoran itu didapatnya pasca sekilas mendengar obrolan antara Presiden Jokowi dan Menko Luhut beserta raja-raja di sana.

"Karena pembicaraan Bapak Presiden dengan Pak Luhut dengan raja di UEA, itu angkanya yang saya dengar lebih. Tetapi enggak pas kalau saya yang sampaikan, biarkan Pak Menko Luhut yang sampaikan," pungkas Menteri Bahlil.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Malaysia Ingin Dilibatkan dalam Pembangunan Kalimantan
Kabar Terbaru Pemindahan Ibu Kota, Mulai Pindah 2024 Hingga Ada Tol Khusus
PUPR Bocorkan Gambaran Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru
Kejar Pembangunan Ibu Kota Baru 2024, Anggota DPR Harap Pansus Segera Dibentuk
Uni Emirat Arab Dinilai Jadi Mitra Andal dalam Pembangunan Ibu Kota Baru
Jokowi dan Pangeran MBZ Sepakat Perkuat TCA-Pembangunan Ibu Kota Baru
Pindah 2024, Pemerintah Mulai Bangun Jalan Tol di Ibu Kota Baru

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini