Menteri Bahlil: Peluncuran Izin Usaha via OSS Mundur 1 Bulan

Jumat, 28 Mei 2021 18:00 Reporter : Merdeka
Menteri Bahlil: Peluncuran Izin Usaha via OSS Mundur 1 Bulan investasi. shutterstock

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa peluncuran sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) harus mengalami kemunduran dari target per 2 Juni 2021.

"Idealnya memang di 2 Juni. Tapi ada satu hal lain yang harus kita clear agar OSS bisa berjalan dengan baik, maka kita undur satu bulan," jelas Bahlil dalam sesi teleconference, Jumat (28/5).

Bahlil mengatakan, keputusan tersebut telah dirundingkan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) beserta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. "Tadi sudah rapat koordinasi dengan Mendagri dan Menko Perekonomian. Kasih kami waktu ya untuk terus tes-tes ini barang. Jangan sampai waktu jalan aturan-aturan lain belum kita lengkapi," tegasnya.

Sebelumnya, Bahlil saat masih menjabat sebagai Kepala BKPM sempat mengumumkan, sistem perizinan berusaha via OSS berbasis risiko akan mulai dikeluarkan pada 2 Juni 2021.

Diterangkannya, penerapan sistem OSS berbasis risiko ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021, yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

Bahlil menyatakan, NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) perizinan berusaha berbasis risiko dalam OSS merupakan acuan tunggal bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku usaha.

"Jadi tidak ada lagi acuan-acuan lain dalam implementasi proses perizinan berusaha terkecuali adalah PP Nomor 5 tahun 2021," seru Bahlil.

Dia menuturkan, sistem OSS berbasis risiko ini wajib digunakan oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) dan pelaku usaha.

2 dari 2 halaman

Jawab Keluh Kesah Investor

Menurut dia, implementasi perizinan usaha berbasis risiko dalam OSS ini juga akan menjawab keluh kesah pengusaha seputar sistem perizinan yang berbelit-belit dan membutuhkan biaya besar.

"Jadi ini adalah sebuah jawaban terhadap keluh kesahnya pengusaha yang selama ini yang mengatakan bahwa mengurus izin lama, ketemu sama pejabat susah, biaya mahal, sudah begitu lambat. Konon katanya ini kata versi pengusaha nih," ujar Bahlil.

"Dengan OSS ini bapak/ibu semua yang penting izinnya lengkap saja, syaratnya harus lengkap saja, itu pasti jalan. Jadi tidak perlu lagi minta waktu ketemu ketemu si A, si B, si C dan si D," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Menteri Bahlil Beberkan Deretan Keuntungan OSS, UMKM Urus Izin Hanya 3 Jam
Walikota Bogor Khawatir Izin Terpadu OSS Bikin Daerah Maju Malah Jadi Mundur
Menteri Bahlil Ingin Hubungkan OSS dengan Aplikasi Perizinan Terpadu Daerah
Pemerintah Kejar Implementasi Online Single Submission di Juli 2021
BKPM Buka Pelayanan Satu Pintu untuk Investor UMKM di Daerah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini