Menteri Arifin Instruksikan Pertamina Jaga Produksi Blok Mahakam

Jumat, 8 November 2019 13:22 Reporter : Merdeka
Menteri Arifin Instruksikan Pertamina Jaga Produksi Blok Mahakam Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengarahkan PT Pertamina (Persero) untuk menjaga produksi migas Blok Mahakam. Sebab, blok yang terletak di Kalimantan Timur tersebut‎ menjadi tulang punggung produksi migas nasional.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan, Arifin menekankan agar melakukan segala upaya agar penurunan produksi dapat ditekan seminimal mungkin, pada masa transisi pengolahan Blok Mahakam.

"Mengingat industri migas memiliki resiko yang tinggi, Menteri ESDM kembali mengingatkan jajaran Pertamina untuk mengedepankan keselamatan kerja dalam operasinya," kata Wisnu, di Jakarta, Jumat (8/11).

Dia melanjutkan, pada kesempatan tersebut Arifin juga memberikan arahan agar Kementerian ESDM, SKK Migas dan Pertamina terus melakukan sinergi untuk bersama-sama bekerja keras menaikkan produksi migas di tanah air.

"Pertamina sebagai operator yang mendapatkan kepercayaan Pemerintah untuk mengelola blok tersebut diharapkan dapat terus menaikkan kapabilitas sumber daya di Pertamina serta mendorong untuk melakukan kegiatan eksplorasi yang lebih masif," tuturnya.

Menurutnya, Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu pada kesempatan tersebut menyampaikan kemajuan Optimasi Pengembangan Lapangana-lapangan (OPLL) Pertamina Hulu Mahakam.

Salah satu yang mendapatkan perhatian Pertamina bagaimana strategi dan langkah-langkah yang diambil perseroan untuk menekan laju penurunan produksi. Untuk itu, Pertamina merencanakan akan melakukan pemboran 257 sumur di 5 lapangan antara tahun 2020-2022, dengan biaya investasi sebesar USD 1,5 milyar.

"Pada paparannya, Darmawan Samsu menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Skkmigas atas rencana kerja dan pengembangan hulu migas Pertamina," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Upaya Pertamina

General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) John Anis mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya optimasi operasi untuk mempertahankan produksi dari Blok Mahakam, di antaranya dengan menerapkan inovasi teknologi.

Dia menjelaskan, PHM telah memprogramkan pengeboran 118 sumur, di mana 78 sumur sudah selesai dibor hingga akhir Agustus 2019 sedangkan berdasarkan target rencana kerja dan anggaran hingga Agustus 2019 adalah 71 sumur. Sementara tingkat produksi pada Juli 2019 sebesar 700 MMscfd berhasil dipertahankan sejak Februari 2019 dan akan terus dipertahankan hingga akhir tahun.

"Sejauh ini Pertamina telah berhasil menahan laju penurunan produksi Mahakam dengan performa yang lebih tinggi dibandingkan perkiraan yang pernah dilakukan sebelumnya yakni sebesar 686 MMscfd (2 persen lebih tinggi) di tahun 2019," kata John, saat menghadiri IPA Convex 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (5/9).

Agar WK Mahakam terus tumbuh dan berkelanjutan maka pengembangan teknologi adalah kata kunci untuk membuka potensi baru, teknologi juga terbukti mampu memangkas berbagai biaya operasi di tengah penurunan produksi alamiah.

"Itu adalah bagaimana menghadirkan teknologi yang tepat untuk memproduksi minyak dan gas dari berbagai reservoir kecil yang banyak jumlahnya itu, dengan biaya serendah mungkin," tutur John.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Upaya Pertamina Pertahankan Produksi Migas di Blok Mahakam
Menengok Kembali Kesuksesan Indonesia Rebut Kekayaan Negeri
Cek Fakta: Jokowi Sebut Indonesia Kuasai Blok Mahakam, Rokan dan Freeport
Jumlah Sumur Dibor Bertambah, Produksi Blok Mahakam Ditarget Meningkat di 2019
Jelang Tutup Tahun, Presiden Jokowi Beberkan Sejumlah Capaian Sektor Energi di 2018
Proyek-Proyek Ini Sukses Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini