Menteri Airlangga tak puas kinerja ekspor motor RI baru 300.000 unit

Kamis, 3 November 2016 10:32 Reporter : Hana Adi Perdana
Menteri Airlangga tak puas kinerja ekspor motor RI baru 300.000 unit Motor. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah mendorong produsen sepeda motor untuk menggenjot kinerja ekspornya. Sebab, meski produksi tumbuh 800 persen dalam tiga tahun terakhir, tetapi ekspor motor masih terbilang kecil yakni sekitar 300.000 unit.

"Market di Indonesia sebesar enam juta per tahun, berarti ekspornya baru lima persen," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (3/11).

Menteri Airlangga menyampaikan populasi sepeda motor di Indonesia mencapai 90 juta unit atau lebih dari sepertiga jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa. Jumlah ini memperlihatkan sepeda motor menjadi alternatif utama masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya di tengah ketersediaan transportasi publik yang belum maksimal.

"Meningkatnya kebutuhan sarana transportasi, khususnya alat transportasi darat, berperan memacu tumbuh kembangnya industri kendaraan, termasuk industri sepeda motor," tuturnya.

Dalam lima tahun terakhir, industri sepeda motor di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dengan rata-rata produksi di atas tujuh juta unit per tahun. Kemenperin optimistis tren pertumbuhan industri sepeda motor dalam negeri yang akan meningkat secara konsisten dalam beberapa tahun mendatang.

Menteri Airlangga menyampaikan hal ini juga semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai produsen sepeda motor ketiga terbesar di dunia setelah China dan India.

Di sisi lain, Kemenperin menekankan pentingnya pengoptimalan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di dalam negeri, sehingga industri sepeda motor nasional mampu mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Dia meminta para prinsipal untuk lebih memberikan perhatian pada peningkatan kegiatan desain dan kegiatan teknis dalam negeri yang disertai dengan upaya-upaya untuk meningkatkan bobot kemampuan SDM di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan industri manufaktur sepeda motor akan meningkat pesat.

"Industri sepeda motor merupakan sektor padat teknologi yang dapat bermanfaat menjadi wahana pendidikan untuk mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi manufaktur di industri otomotif," paparnya.

Untuk itu, pemerintah terus mendorong sinergi dengan akademisi, pebisnis, dan komunitas dalam membangun SDM industri otomotif di Indonesia. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini