Mentan: Ekspor Cacing, Semut dan Belatung Bisa Hasilkan Uang Rp1 Triliun per Hari

Senin, 30 Agustus 2021 18:41 Reporter : Merdeka
Mentan: Ekspor Cacing, Semut dan Belatung Bisa Hasilkan Uang Rp1 Triliun per Hari Mentan Syahrul Yasin Limpo. ©2021 Kementan

Merdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh petani di Indonesia kreatif dan berinovasi dalam bekerja di tengah pandemi Covid-19. Dorongan itu diberikannya karena ekspor pertanian cenderung mengalami grafik naik selama masa sulit ini.

Syahrul menceritakan, pola kerja seperti itu sudah terbukti dalam program Merdeka Ekspor yang diselenggarakan Kementerian Pertanian selama 7 hari saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini.

"Jadi hanya 7 hari kau bisa ekspor mana. Kalau kau enggak bisa punya di kabupaten, di kota enggak bisa, tangkap saja cacing di situ, ambil semut, kita kirim ke luar negeri, dan ternyata bisa," ungkapnya saat berbincang virtual dalam Podcast Nusantara Liputan6.com, Senin (30/8).

Dijelaskan Mentan Syahrul, program Merdeka Ekspor tersebut diikuti pelaku pertanian dari 514 kabupaten/kota dan menghasilkan pendapatan Rp7,26 triliun. Tak hanya cacing dan semut, serangga yang kerap dianggap menjijikkan lain seperti lipang dan belatung pun laku keras di pasar ekspor.

"Kalau tidak tangkap kau lipang di sana, ternyata ada lipang loh diekspor. Itu diekspor ke Vietnam jadi obat. Ternyata ada semua, sarang semut hitam dari Papua, kayak apa ni negara, gila," paparnya.

"Saya bilang kalau enggak tanam saja cacing, ternyata ada belatung menghasilkan uang Rp7,2 triliun. Berarti satu hari kita bisa menghasilkan Rp1 triliun," dia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Gelar Program Ekspor

Berkaca pada kesuksesan tersebut, Kementan bakal kembali menggelar program ekspor produk pertanian pada 10 November 2021 nanti. Program itu nantinya akan mengangkat tema one day with Indonesian coffee, fruits and flowers on the world.

"Itu tandanya pertanian kita diminati orang dunia. Di saat covid orang cari makanan-makanan yang tropis, salah satunya manggis. Rupanya manggis vitaminnya tinggi banget. Jeruk kita memang lebih asem dari Eropa, tapi dia vitamin C-nya jauh lebih tinggi," tutur Mentan Syahrul.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Mentan soal Ekspor Pertanian Naik: Setara dengan Masa Orde Baru
Perdana, Petai dan Jengkol Asal Sumut Berhasil Diekspor ke Jepang
Menkop Teten: Permintaan Ekspor Produk UMKM Terhalang Ketersediaan Kontainer
Bukan Kenaikan Cukai, Nasib Petani Merana Karena Impor Tembakau
Bukti Sektor Pertanian Kebal dari Dampak Covid-19, Ekspor Petani Gresik Meningkat
Perusahaan Asal Indonesia Ekspor Alat Suntik untuk UNICEF dan Ukraina

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini