Mentan Amran Sebut B100 Jadi Perlawanan Diskriminasi Kelapa Sawit Uni Eropa

Selasa, 16 April 2019 11:46 Reporter : Siti Nur Azzura
Mentan Amran Sebut B100 Jadi Perlawanan Diskriminasi Kelapa Sawit Uni Eropa Amran Sulaiman. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa Biodiesel B100 dari sawit (crude palm oil atau CPO) yang diuji coba secara perdana kemarin merupakan jawaban yang tepat untuk melawan langkah diskriminasi dari Uni Eropa (UE).

"Ini jawaban yang tepat untuk melawan protes-protes yang dilontarkan oleh UE," kata Amran dikutip Antara, Senin (15/4).

Dia menjelaskan bahwa dengan adanya langkah diskriminatif terhadap sawit dari UE karena dianggap tidak ramah lingkungan, maka ekspor sawit bisa dialihkan menjadi energi baru dan terbarukan dengan menggunakannya untuk kebutuhan dalam negeri.

"B100 ini merupakan energi baru terbarukan yang menjadi solusi terbaik untuk masa depan bagi Indonesia bahkan dunia," imbuhnya.

Amran menambahkan bahwa total tujuan ekspor CPO Indonesia terdapat sekitar 140 negara, dengan 10 besar negara tujuan ekspor yakni India, Eropa, China, Pakistan, Bangladesh dan beberapa negara besar lainnya.

"Sekarang ini kita sudah mencapai 6,01 juta kiloliter B20, nanti B30 katakanlah sekitar 13 juta kiloliter. Kemudian B100, mungkin ekspor CPO juga kita kurangi karena dialihkan untuk kebutuhan dalam negeri. Kita tinggal melihat negara-negara mana yang bersahabat dengan Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, Uni Eropa melalui penerbitan "Delegated Regulation" yang merupakan turunan dari "Renewable Energy Directive II" atau RED II menempatkan kelapa sawit sebagai komoditas berisiko tinggi terhadap perusakan hutan. Regulasi ini akan berlaku apabila mendapatkan persetujuan dari Parlemen maupun Dewan Eropa dalam jangka waktu maksimum selama dua bulan sejak konsep regulasi tersebut disampaikan Komisi Eropa pada 13 Maret 2019. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini